Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menetapkan status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Kartutla) hingga 30 September 2026 dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan.(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan setelah 3 bulan tidak ada turun hujan. Penetapan status siaga darurat dilakukan hingga 30 September 2026, karena musim kemarau panjang akan lebih kering.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, penetapan status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Kartutla) karena Stasiun Klimatologi Jabar, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya potensi musim kemarau panjang tahun ini akan lebih kering. Namun, kekeringan yang terjadi puncaknya bulan Agustus hingga 30 September 2026 dan masyarakat supaya selalu meningkatkan kesiapsiagaan.
"Upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan pemerintah daerah akan menggerakan sumber daya tersedia hingga sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan bagi masyarakat supaya melakukan langkah penghematan air bersih, manfaatkan air secara berkala, utamakan air untuk kebutuhan pokok," ujar, Cecep Nurul Yakin, Selasa (14/7/2026).
Menurut Cecep, menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tujuan utama memberikan penanganan lebih cepat, tepat, meminimalisir dampak dari bencana tersebut. Karena, musim kemarau dapat menyebabkan krisis air bersih, lahan pertanian gagal panen (puso) dan tanam.
"Berdasarkan kajian risiko bencana musim kemarau panjang yang terjadi berdampak pada kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara keseluruhan di 39 kecamatan tersebar di 351 Desa dampak fenomena El Nino dan IOD positif. Kesiapsiagaan merupakan bentuk pengendalian ekonomi yang akan berdampak akibat kekeringan," katanya.
Menurutnya, status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan tertuang dalam surat keputusan Bupati Tasikmalaya yang menyatakan status siaga darurat bencana kekeringan dan Karhutla di Provinsi Jawa Barat 2026. Kekeringan yang terjadi sekarang ini akan berdampak pada krisis air bersih dan lahan pertanian gagal panen serta gagal tanam.
"Berdasarkan laporan BPBD kekurangan air bersih terjadi di Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Desa Kertanegla, Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, Desa Puteran, Kecamatan Pageurageung, Desa Kujang, Kecamatan Karangnunggal, Desa Kalapagenap, Kecamatan Cikalong, Desa, Kecamatan Bojongasih, Kecamatan Singaparna dan Mangunreja," pungkasnya.(H-2)


















































