Perusahaan asal Tiongkok Perkuat Infrastruktur Penyimpanan Data

6 days ago 2
Perusahaan asal Tiongkok Perkuat Infrastruktur Penyimpanan Data (MI)

PERTUMBUHAN adopsi AI dan kebutuhan komputasi intensif di berbagai sektor industri mendorong perubahan signifikan pada standar performa dan keandalan storage. Memasuki tahun ke-8 kiprahnya di Tanah Air sejak 2018, penyedia solusi memori dan storage asal Hangzhou, Tiongkok, Hiksemi, terus memperluas kesiapan ekosistem digital nasional melalui infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI) serta penguatan komponen lokal.

Bertepatan dengan gelaran Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Hiksemi menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur penyimpanan data di Indonesia. Technical Support Hiksemi, Ricky Himawan, menyampaikan bahwa fokus perusahaan kini berpusat pada penyediaan fondasi storage yang stabil dan adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

"Tren adopsi AI menuntut kapasitas dan performa penyimpanan yang jauh lebih tangguh. Kami memperkuat jajaran solusi workstation, server, hingga data center guna memastikan sektor industri di Indonesia memiliki fondasi infrastruktur yang siap menghadapi pemrosesan data bervolume tinggi," ujar Ricky di sela-sela pameran DTI Series 2026, Selasa (6/8).

Selain pemenuhan kebutuhan skala enterprise, Hiksemi juga mendorong efisiensi manajemen data untuk segmen bisnis berkembang dan smart home melalui ekosistem private cloud. Lewat integrasi perangkat NAS dan kolaborasi dengan lini sistem keamanan EasyViz, pengelolaan data dari berbagai perangkat terhubung--mulai dari komputer, perangkat IoT, hingga kamera pengawas--dapat tersimpan secara terpusat, aman, dan efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan cloud publik.

Pengembangan pasar Hiksemi di Indonesia juga dibarengi dengan strategi transfer teknologi dan penguatan rantai pasok lokal. Bekerja sama dengan sejumlah mitra dalam negeri, perusahaan menjalankan program perakitan (assembly), pemeliharaan layanan purnajual, hingga riset bersama untuk perangkat lunak dan firmware.

Langkah kolaboratif itu berhasil meningkatkan porsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada sejumlah lini produk Hiksemi hingga mencapai rentang 40%-70%. Pengembangan software lokal menjadi salah satu kontributor utama dalam peningkatan nilai kandungan dalam negeri tersebut. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |