Raja Haakon VIII memberikan pidato perdana usai naik takhta Norwegia. Ia menyampaikan penghormatan untuk mendiang ayahnya, Raja Harald V, di tengah duka nasional.(Instagram)
RAJA Haakon VIII menyampaikan penghormatan emosional kepada mendiang ayahnya, Raja Harald V, dalam pidato perdananya kepada rakyat Norwegia sejak resmi naik takhta. Pidato penuh haru tersebut disampaikan di tengah suasana duka nasional atas wafatnya sang penguasa yang dicintai rakyat.
"Terima kasih telah menjadi ayah yang baik," ujar Raja Haakon VIII dalam siaran televisi yang emosional dari Istana Kerajaan Norwegia. Duduk di meja kerja berhiaskan foto mendiang ayahnya, dua lilin menyala, serta seangkut mawar putih, ia mengenang sosok Raja Harald V yang wafat pada usia 89 tahun setelah menjalani perawatan akibat penyakit darah langka.
"Sekarang giliran saya," tutur raja berusia 53 tahun tersebut. Ia menambahkan bahwa sebuah "tugas besar" telah menantinya dan ia bertekad untuk senantiasa "hadir dan perhatian" dalam menjalankan tugas-tugas kerajaannya.
Dalam pidatonya, Raja Haakon VIII menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia menyoroti keyakinan keluarga kerajaan pada "masyarakat yang dibangun atas dasar hukum dan keadilan, di mana setiap orang memiliki nilai yang setara." Sang raja juga menahan air mata saat mengingat Sabtu sebagai hari ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-58.
Raja Haakon VIII mengingat bagaimana mendiang ayahnya selalu memimpin keluarga dengan otoritas alami serta tetap teguh pada nilai-nilai hidupnya.
"Dia selalu mengingatkan kami dalam keluarga bahwa masing-masing dari kami harus melakukan sesuatu dengan cara kami sendiri. Menemukan gaya kami sendiri. Menjadi diri kami sendiri," kata Raja Haakon VIII.
Ia juga menyampaikan rasa terharunya menyaksikan ribuan warga meletakkan bunga dan lilin di depan Istana Kerajaan di Oslo.
"Kami sedang berduka, namun pada saat yang sama membawa kenyamanan dan kekuatan karena begitu banyak orang yang berduka bersama kami," tuturnya.
Di tengah suasana duka, Raja Haakon VIII dihadapkan pada tantangan untuk menjaga integritas institusi kerajaan. Tanpa menyebut secara langsung beberapa kontroversi internal keluarga, ia mengisyaratkan pentingnya kebersamaan.
"Keluarga kami telah berpengalaman tentang pentingnya berdiri bersama agar tetap teguh, baik di dalam diri kami sendiri maupun untuk satu sama lain, bahkan pada masa-masa sulit," tegasnya.
Raja Haakon VIII berjanji bahwa dirinya, bersama Ratu Mette-Marit dan Putri Mahkota Ingrid Alexandra, akan selalu berupaya memahami situasi kehidupan masyarakat.
"Tidak ada seorang pun yang tinggal di negara ini yang tahu apa yang akan kita hadapi bersama, tetapi apa yang kita tahu adalah bahwa kita akan saling mendampingi, baik di hari-hari yang baik maupun di hari-hari yang sulit," pungkasnya.
Raja Haakon VIII dijadwalkan akan mengucapkan sumpah setia di hadapan parlemen pada hari Selasa mendatang, sebelum mengikuti kebaktian penobatan sederhana bersama Ratu Mette-Marit. (BBC/Z-2)
















































