Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Seskab Teddy Indra Wijaya.(Dok. Setkab.go.id)
SUASANA penuh haru mewarnai kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke Gedung Sekretariat Kabinet (Setkab), Senin (27/7/2026). Dalam acara yang dihadiri keluarga besar Sekretariat Kabinet tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan pidato yang mengenang perjalanan kariernya bersama Pramono Anung hingga membuat mantan atasannya itu tak kuasa menahan air mata.
Di hadapan para pegawai Setkab, Teddy mengawali sambutannya dengan mengungkapkan kebanggaan seluruh keluarga besar Sekretariat Kabinet atas kehadiran Pramono yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Beliau tidak tahu seluruh pegawai menyambut Bapak datang ke sini. Beberapa kali para pegawai ingin bertemu Bapak. Saya pun beberapa kali ingin bertemu beliau. Kita semua bangga, alumni Sekretariat Kabinet menjadi kepala daerah," ujar Teddy, dalam keterangan resmi, Selasa, (28/7).
Kenangan 10 Tahun Lalu
Teddy kemudian mengenang awal pertemuannya dengan Pramono sekitar 10 tahun lalu ketika dirinya masih bertugas sebagai perwira muda yang mengantarkan berkas di lingkungan Sekretariat Kabinet.
"10 tahun lalu saya bertemu Pak Seskab Pramono Anung. Pekerjaan saya saat itu hanya mengantar-antar berkas. Orang bahkan tidak tahu nama saya, paling hanya melihat dari name tag," tuturnya.
Menurut Teddy, perhatian Pramono kepada setiap pegawai, tanpa memandang jabatan, menjadi pengalaman yang tidak pernah dilupakannya. "Beliau, di mana pun saya berada, tahu nama saya. Padahal saya pegawai kecil saat itu. Diketahui namanya saja, senangnya bukan main," katanya.
Ia juga mengungkapkan pesan yang masih terus diingat hingga sekarang. Saat itu, Pramono memanggilnya dengan sapaan akrab "Ted" dan memberikan nasihat yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
"Saya ingat sekali, Pak. Waktu itu Bapak panggil saya, 'Ted'. Saya masih letnan kecil, masih mengantar berkas. Bapak bilang, 'Ted, kamu beruntung sekali bisa di sini, manfaatkan itu. Kalau bisa bantu orang, bantu orang. Dipercaya Presiden itu sulit dan kamu punya kemampuan untuk itu, jadi manfaatkan'," kenang Teddy.
Menurut Teddy, perhatian Pramono tidak berhenti ketika dirinya masih menjadi bawahan, tetapi terus terjaga hingga kini. Ia menilai sangat tepat jika Pramono kini dipercaya memimpin Jakarta.
Pramono Anung Menangis Haru
Pidato Teddy tersebut membuat Pramono Anung tampak terharu. Saat memberikan sambutan, Pramono mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti itu dan mengaku baru kembali menitikkan air mata setelah dua tahun.
"Saya terus terang surprise dan ini mungkin saya nangis pertama kali setelah dua tahun lalu," kata Pramono. Ia mengaku sangat tersentuh dengan sambutan keluarga besar Sekretariat Kabinet dan menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan yang diberikan kepadanya.
Pramono juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya selalu berpesan kepada para pegawai Setkab agar memberikan dukungan penuh kepada Teddy sebagai Sekretaris Kabinet. "Tanyakan kepada semua yang hadir. Setiap ketemu saya, selalu saya pesan, 'kamu harus bantu Seskab sepenuhnya'," ungkapnya.
Menurut Pramono, sejak awal dirinya tidak pernah meragukan kemampuan Teddy karena meyakini Presiden telah memilih sosok yang tepat untuk menduduki jabatan Sekretaris Kabinet. Ia berharap kredibilitas Sekretariat Kabinet yang selama ini telah terbangun dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Teddy. Ia menegaskan akan terus mendukung kepemimpinan Teddy dan berharap jajaran Setkab tetap menjaga profesionalisme dalam membantu Presiden Prabowo Subianto. (H-3)
















































