jadwal Spanyol vs Belgia.(Antara)
DUEL perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol kontra Belgia di Stadion SoFi, Inglewood, California, Sabtu (11/7) dini hari pukul 02.00 WIB bakal menjadi pertarungan dua tim yang sedang berada di jalur menanjak meski dengan pendekatan yang sangat berbeda. Spanyol membawa pertahanan terbaik sepanjang turnamen sedangkan Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Jika ada satu tim yang nyaris tanpa cela di Piala Dunia 2026, Spanyol layak menyandang predikat itu. Juara Eropa tersebut belum sekali pun kebobolan dalam lima pertandingan. Sembilan gol berhasil mereka cetak sedangkan gawang yang dikawal Unai Simon tetap steril.
Statistik itu menjadi fondasi kepercayaan diri La Furia Roja menatap duel melawan Belgia di babak delapan besar. Pasukan Luis de la Fuente bahkan datang dengan modal empat kemenangan beruntun setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka. Performa impresif itu mencapai puncaknya ketika menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 35 pertandingan di semua ajang. De la Fuente sukses mengubah tim yang tersingkir secara menyakitkan lewat adu penalti dari Maroko di Piala Dunia 2022 menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar di Amerika Utara.
Pelatih berusia 64 tahun itu memang bukan sosok asing bagi generasi pemain Spanyol saat ini. Sebelum menangani tim senior pada Desember 2022, dia membina tim kelompok umur mulai U-19 hingga U-23. Kedekatan itu membuat proses regenerasi berjalan mulus.
Dalam kurun kurang dari empat tahun, De la Fuente telah mempersembahkan gelar UEFA Nations League dan Piala Eropa. Kini, trofi Piala Dunia menjadi target berikutnya.
"Pada tahap ini kami tidak terlalu memikirkan lawannya. Kami senang bisa berada di perempat final dan akan memberikan segalanya sampai akhir. Kami memiliki kualitas yang membuat lawan melihat kami sebagai tim yang harus dikalahkan," kata De la Fuente seperti dikutip Diario AS.
Keunggulan terbesar Spanyol sejauh ini justru bukan berada di lini depan, melainkan pertahanannya. Meski Lamine Yamal dan kolega beberapa kali belum tampil tajam, lini belakang selalu mampu menutup kekurangan tersebut.
Kombinasi Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Pedro Porro, dan Marc Cucurella menjadi tembok yang sulit ditembus lawan. Keempatnya tidak hanya disiplin menjaga area pertahanan tetapi juga piawai memutus serangan balik. Penguasaan bola yang tinggi membuat lawan jarang mendapat kesempatan membangun serangan, sementara transisi bertahan dilakukan dengan sangat rapi.
Minimnya kesalahan yang dibuat Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026 ini mengingatkan publik pada era 2008 hingga 2012. Selama lini belakang tetap tampil solid, peluang Spanyol melangkah ke semifinal akan selalu terbuka, terlepas dari persoalan lini depannya tampil tajam atau tidak.
Di kubu lawan, Belgia datang dengan kepercayaan diri yang juga sedang meningkat. Perjalanan mereka memang tidak semulus Spanyol. Red Devils bahkan nyaris tersingkir pada fase grup sebelum akhirnya bangkit dan mengamankan status juara grup lewat kemenangan atas Selandia Baru.
Namun, momentum terus berlanjut. Pada babak 16 besar, mereka menampilkan permainan paling meyakinkan sepanjang turnamen dengan menggulung tuan rumah Amerika Serikat 4-1. Hasil tersebut membawa pasukan Rudi Garcia melangkah ke delapan besar dengan rasa percaya diri baru.
Namun kemenangan itu juga menyisakan kerugian. Gelandang bertahan Amadou Onana mengalami cedera lutut dan dipastikan absen hingga akhir turnamen. Di lini depan, Leandro Trossard bakal kembali tampil sebagai motor serangan. Pemain Arsenal itu menjadi amunisi andalan terlibat langsung dalam empat gol pada tiga pertandingan terakhir. Trossard sejauh ini sudah berkontribusi dua gol dan dua assist.
Performa Trossard membuat Garcia diperkirakan kembali mempertahankan susunan pemain yang sama. Nama besar seperti Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, hingga Romelu Lukaku bakal menjadi senjata cadangan yang bisa mengubah jalannya laga ketika diturunkan pada babak kedua. Bagi Belgia, turnamen ini juga menjadi panggung terakhir generasi emas mereka di Piala Dunia.
Spanyol diprediksi akan mengandalkan penguasaan bola, kesabaran membangun serangan, serta organisasi pertahanan yang nyaris sempurna. Sebaliknya, Belgia lebih mengandalkan permainan vertikal dengan transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir. Di atas kertas, Spanyol sedikit lebih diunggulkan berkat konsistensi permainan dan pertahanan yang belum tersentuh sepanjang turnamen.
Namun Belgia telah membuktikan mereka mampu bangkit dari situasi sulit. Adapun secara historis kedua negara sudah dua kali bertemu di putaran final Piala Dunia dengan rekor berimbang. Masing-masing mengoleksi satu kemenangan. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyambut duel tersebut dengan optimistis.
"Saya pribadi senang kami akan menghadapi Spanyol. Lolos ke perempat final sudah menjadi pencapaian yang bagus, tetapi kami ingin melangkah lebih jauh. Itulah ambisi kami," kata Garcia. (Dhk/P-3)


















































