Pemkot Bandung Gandeng Warga Sukseskan Reaktivasi Bandara Husein dan Patuhi KKOP(Dok. Diskominfo Kota Bandung)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh rencana reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Dukungan ini difokuskan pada kepatuhan terhadap ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) guna menjamin operasional bandara yang aman dan berkelanjutan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira, menegaskan bahwa kesuksesan reaktivasi bandara merupakan tanggung jawab bersama. Dalam sosialisasi yang digelar Selasa (28/7), ia meminta aparat kewilayahan mulai dari camat hingga ketua RW untuk mengedukasi warga mengenai aturan ruang udara di sekitar bandara.
Wilayah Strategis dan Risiko Keselamatan
Bandara Husein Sastranegara memiliki karakteristik sebagai city airport yang terletak di tengah pemukiman padat. Terdapat tiga kecamatan utama yang bersinggungan langsung dengan kawasan operasional bandara, yaitu:
- Kecamatan Cicendo
- Kecamatan Andir
- Sebagian wilayah Kecamatan Sukajadi
Bira menjelaskan bahwa pengawasan lingkungan di wilayah tersebut sangat krusial untuk melindungi pesawat saat fase lepas landas (take-off), mendarat (landing), maupun manuver udara. Beberapa aktivitas masyarakat yang diidentifikasi dapat mengganggu keselamatan penerbangan meliputi:
| Struktur Bangunan | Pembangunan gedung, papan reklame, atau menara melebihi batas ketinggian. |
| Gangguan Visual | Penggunaan sinar laser ke arah pesawat dan lampu intensitas tinggi. |
| Aktivitas Fisik | Permainan layang-layang di sekitar jalur penerbangan. |
Target Operasional Agustus
Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo, mengungkapkan bahwa persiapan reaktivasi terus dipercepat. "Insyaallah pada pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi," ujar Haryo.
Pihak Angkasa Pura bersama Pemkot Bandung telah melakukan berbagai pembenahan infrastruktur pendukung, antara lain:
- Perbaikan akses jalan dan drainase di sekitar bandara.
- Optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU).
- Pembaruan marka jalan.
Selain aspek teknis, reaktivasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kota Bandung. Peningkatan mobilitas penumpang diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor perdagangan, jasa, pariwisata, hingga pemberdayaan usaha mikro di wilayah sekitar bandara. PT Angkasa Pura juga berkomitmen menyalurkan program CSR bagi warga terdampak melalui koordinasi dengan pemerintah kewilayahan. (AN/I-1)
















































