Satu Orang Tewas, Anggota DPR RI Minta Bentokan di Matraman Diusut

2 weeks ago 5
Satu Orang Tewas, Anggota DPR RI Minta Bentokan di Matraman Diusut Bentrokan warga di Jalan Tambak, Kawasan Matraman, Jakarta, Minggu (26/7)(Tangkapan layar video warga di Sosial Media X)

ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru meminta kepolisian mengusut peristiwa bentrokan antarwarga di Matraman, Jakarta, Minggu (26/7). Bentrokan itu menyebabkan  satu orang meninggal dunia dan kerugian materiil sejumlah bangunan yang rusak.

"Saya yakin pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda bisa menyelesaikan masalah ini. Profesionalitas aparat kepolisian sangat kita harapkan," ujar Falah di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut dia, bentrokan warga di Matraman sebetulnya bisa diantisipasi. Pasalnya, kejadian yang sama kerap berulang di lokasi tersebut.

Masyarakat, sambung Falah, berperan menjaga agar situasi kondusif sehingga kejadian serupa tak terulang. Bukan sebaliknya memicu bentrokan antarkelompok warga.

"Apapun alasannya, apa yang mereka lakukan itu (bentrokan di Matraman) tidak dibenarkan di mata hukum," kata dia.

Untuk kasus bentrokan di Matraman, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang tersangka dalam dua perkara.

Bentrokan terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan ketujuh tersangka terdiri atas empat orang dalam perkara perusakan gerobak pedagang dan tiga orang dalam perkara pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Empat tersangka itu, terang Budi, bertanggung jawab atas perusakan gerobak nasi uduk di Jalan Matraman. Mereka berinsial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Sementara itu, dalam perkara pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, penyidik menetapkan tiga tersangka berinisial SK, AS, dan OR. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |