Sepanjang 2025, Klaim Penyakit Kritis Allianz Syariah Tembus Rp 600 M

10 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit kritis menjadi ancaman setiap orang. Golongan penyakit tersebut, selain berbahaya ada tubuh juga dapat mengguncang stabilitas keuangan. Sebab, saat risiko tersebut terjadi, yang terdampak bukan hanya kondisi medis, melainkan juga hilangnya penghasilan, terganggunya rencana keuangan, hingga perubahan kualitas hidup secara drastis.

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah menyalurkan total klaim penyakit kritis mencapai Rp600 miliar, dengan 40% klaim berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun, yaitu kelompok usia produktif.

"Angka ini meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, risiko penyakit kritis kini semakin dekat dengan generasi aktif yang menjadi tulang punggung keluarga," ujarnya di Westin Tower Jakarta, dikutip Kamis (4/3/2026).

Ia memaparkan, melihat urgensi tersebut, kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang tidak hanya menanggung biaya medis, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendapatan keluarga, menjadi semakin mendesak. Dalam perspektif syariah, perlindungan terhadap risiko besar seperti penyakit kritis merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa sekaligus tanggung jawab terhadap keluarga.

Allianz Syariah melalui AlliSya CI Hasanah menawarkan solusi perlindungan penyakit kritis berbasis syariah yang dirancang untuk menjaga stabilitas finansial keluarga melalui manfaat income replacement.

"AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga," ungkapnya.

Sementara Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, menjelaskan bahwa produk ini dikembangkan dengan pendekatan fleksibel dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

"AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial," imbuhnya.

(ayh/ayh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |