Siswi SD Sidoarjo Lolos dari Percobaan Perampokan Modus Ukur Baju

2 weeks ago 5
Siswi SD Sidoarjo Lolos dari Percobaan Perampokan Modus Ukur Baju (MI/Hery Susetyo)

SUATU unggahan video yang menampilkan pengakuan siswi sekolah dasar (SD) yang nyaris menjadi korban penculikan dan perampokan perhiasan di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, viral di media sosial. Korban berhasil selamat setelah melakukan perlawanan dan melarikan diri dari bujukan pelaku.

Peristiwa tersebut dialami oleh Azkaira Madfaatul Asifah, 9, dan rekannya, Shila, yang merupakan siswi kelas 3 SDN Pekarungan, Sukodono. Kejadian bermula saat keduanya sedang dalam perjalanan pulang sekolah pada Jumat (24/7).

Ibu korban, Susilo Nur Susanti, 43, membagikan cerita sang anak melalui akun TikTok @susilosusanti493. Hingga saat ini, video pengakuan tersebut ditonton puluhan ribu kali dan memicu kekhawatiran di kalangan warga Sidoarjo.

Berdasarkan pengakuan Azkaira, mereka tiba-tiba dihampiri oleh seorang perempuan paruh baya yang mengendarai sepeda motor. Pelaku membujuk kedua bocah tersebut untuk ikut dengannya dengan alibi mendapatkan perintah dari ibu korban untuk melakukan pengukuran baju.

Lantaran terperdaya oleh dalih pelaku, kedua korban bersedia diajak menuju suatu gang sepi di dekat area persawahan Desa Pekarungan. Di lokasi yang terpencil tersebut, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan berupaya merampas perhiasan anting yang dikenakan korban.

"Beruntung Azkaira langsung menolak, berteriak, lalu berlari bersama temannya menuju tempat aman," ujar Susilo, orangtua korban, Senin (27/7).

Berdasarkan keterangan dari korban, pelaku diperkirakan seorang perempuan berusia sekitar 45 hingga 46 tahun. Saat beraksi, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan pelat nomor W 4075 (dua huruf terakhir tidak teridentifikasi).

Kasus dugaan percobaan perampokan dan penculikan ini mendapatkan atensi dari pihak kepolisian. Polsek Sukodono mendatangi kediaman orangtua korban untuk meminta keterangan serta melakukan verifikasi kronologi kejadian di lokasi perkara.

Orangtua korban berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Berdasarkan informasi dari warga setempat, dalam kurun waktu satu minggu terakhir, diduga terjadi tiga kali peristiwa serupa dengan modus menyasar perhiasan anak-anak di wilayah Sukodono. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |