Studi: Minum Kopi dalam Jumlah Sedang Bantu Turunkan Risiko Depresi

3 hours ago 6

Ilustrasi kopi. Sebuah studi terbaru mengungkap konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dalam jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi terbaru mengungkap konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dalam jangka panjang. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Fudan, China, menemukan minum dua hingga tiga cangkir kopi per hari berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap gangguan kecemasan dan depresi.

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 400 ribu pria dan wanita, dengan tujuan melihat hubungan antara jumlah serta jenis kopi yang dikonsumsi dengan risiko gangguan suasana hati dan stres. Hasilya menunjukkan bahwa asupan kopi dalam jumlah sedang menjadi titik optimal atau "sweet spot" dalam memberikan efek perlindungan terhadap kesehatan mental.

Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan kesehatan mental telah menjadi salah satu krisis global yang memengaruhi kualitas hidup jutaan orang. Oleh karena itu, para peneliti mulai menyoroti peran gaya hidup sehari-hari, termasuk pola konsumsi makanan dan minuman, sebagai langkah pencegahan yang potensial.

"Kopi menjadi perhatian karena kandungan kafeinnya yang mampu meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, dalam jumlah kecil, kafein juga dapat merangsang produksi dopamin, yang berperan dalam mengatur suasana hati, motivasi, dan rasa senang," kata peneliti dilansir laman Medicalxpress, Ahad (12/4/2026).

Berbeda dari penelitian sebelumnya, studi ini menyoroti bahwa tidak semua jenis kopi memiliki efek yang sama. Peneliti juga menggunakan data besar dari UK Biobank, yang melacak 461.586 individu dengan kondisi kesehatan mental yang baik pada awal penelitian selama rata-rata 13,4 tahun.

Selama periode tersebut, peserta melaporkan kebiasaan konsumsi kopi mereka, dan kondisi kesehatan mental terus dipantau. Pada akhir penelitian, tercatat lebih dari 18 ribu kasus baru gangguan suasana hati dan stres, memberikan dasar data yang kuat untuk analisis.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |