Tingkat Pengangguran di Depok Masih Tinggi, Ini Program yang akan Dilakukan Pemkot

6 days ago 21
Tingkat Pengangguran di Depok Masih Tinggi, Ini Program yang akan Dilakukan Pemkot Jobfair.(dok.MI)

TINGKAT Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Depok, Jawa Barat, masih tergolong tinggi pada 2026. Berdasarkan keterangan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, tingginya angka pengangguran dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan, ketidaksesuaian keterampilan (mismatch), serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk menekan angka pengangguran di daerah penyangga DKI Jakarta tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperluas penyelenggaraan job fair (bursa kerja), termasuk di tingkat lokal, guna mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

Kepala Disnaker Kota Depok Nessi Anisa Hendari mengatakan Pemkot Depok terus berupaya membuka akses kerja bagi lulusan baru maupun masyarakat umum dengan menyediakan informasi lowongan secara transparan dari berbagai perusahaan.

"Selama dua hari, pada 4-5 Agustus 2026, sebanyak 2.408 pencari kerja memanfaatkan kegiatan ini untuk memperoleh informasi dan melamar pekerjaan. Bursa kerja dipusatkan di Depok Town Square, Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok," kata Nessi, Kamis (6/8).

Menurut Nessi, ribuan pencari kerja tersebut memanfaatkan kesempatan untuk mencari informasi, berkonsultasi, hingga melamar pekerjaan pada 25 perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja yang diselenggarakan Disnaker Kota Depok.

Ia menilai tingginya jumlah pencari kerja yang hadir menunjukkan informasi mengenai penyelenggaraan bursa kerja telah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui berbagai kanal publikasi. Nessi menjelaskan, tingginya antusiasme pencari kerja menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan masih sangat besar.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemkot Depok untuk terus menghadirkan berbagai program yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja," ujarnya.

Menurut Nessi, job fair tidak hanya menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendukung upaya Pemkot Depok dalam menekan angka pengangguran.

Salah seorang pencari kerja, Restu, 20, mengatakan antrean peserta pada job fair di Depok Town Square mengular sangat panjang. Panitia bahkan harus membuat alur antrean berkelok karena area registrasi tidak mampu menampung lonjakan peserta yang terus berdatangan.

Menurut Restu, pencari kerja didominasi kalangan muda. Setelah menyelesaikan proses registrasi, peserta diarahkan memasuki area utama yang dipenuhi puluhan stan dari berbagai sektor industri, mulai dari kuliner, ritel, perhotelan, hingga penyedia jasa.

"Di sana pelamar bisa langsung berinteraksi sekaligus menyerahkan berkas lamaran kepada perusahaan yang diminati," katanya.

Restu mengaku mengetahui penyelenggaraan job fair di Depok Town Square melalui unggahan akun media sosial resmi penyelenggara di Instagram. Meski memiliki pengalaman di bidang packing, Restu mengincar posisi sebagai customer service.

"Ya, mencari pekerjaan sekarang memang susah," ujarnya. (KG/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |