Ilustrasi(Dok MI)
BAHASA Indonesia menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam interaksi pengguna dengan Gemini di Asia Tenggara. Temuan tersebut diungkap Google dalam Gemini Southeast Asia Report 2026, laporan perdana yang memotret perkembangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di enam negara di kawasan.
Berdasarkan laporan tersebut, sekitar tujuh dari sepuluh prompt yang dikirim pengguna menggunakan bahasa lokal. Bahasa Vietnam, Thailand, dan Bahasa Indonesia menjadi tiga bahasa yang paling banyak digunakan saat berinteraksi dengan Gemini.
Tim Consumer Marketing Google, Ning, mengatakan kemampuan Gemini memahami bahasa serta konteks lokal menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya penggunaan AI di Asia Tenggara.
Google juga mengklaim Gemini mampu memahami berbagai istilah sehari-hari hingga konteks budaya lokal, sehingga interaksi dengan pengguna terasa lebih natural.
Minat AI di Asia Tenggara Tiga Kali Lipat dari Rata-rata Global
Selain tingginya penggunaan bahasa lokal, laporan tersebut juga mencatat pesatnya adopsi AI di kawasan Asia Tenggara.
Vice President Google untuk Southeast Asia and South Asia Frontier, Sapna Chadha, mengatakan minat masyarakat terhadap teknologi AI mencapai tiga kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Sejalan dengan itu, jumlah pengguna aktif Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Google menyebut pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya yang pernah diluncurkan di kawasan.
Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
Laporan juga mengungkap pola penggunaan Gemini di masing-masing negara. Di Indonesia, pengguna menghasilkan sekitar 9 juta gambar kustom setiap hari dengan mayoritas akses berasal dari perangkat seluler.
Sementara itu, Vietnam memanfaatkan Gemini untuk mendukung kegiatan pendidikan, Singapura mencatat tingkat adopsi AI per kapita yang tinggi, Tailan banyak menggunakan Gemini untuk kebutuhan gaya hidup, sedangkan Filipina memanfaatkannya untuk penulisan akademik, karya kreatif, dan industri business process outsourcing (BPO).
Di Malaysia, satu dari lima pengguna menggunakan Gemini untuk membuat gambar. Penggunaan bahasa Melayu di platform tersebut juga meningkat dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Pembuatan Konten Jadi Aktivitas Utama Pengguna Gemini
Google mencatat sekitar 40% prompt di Gemini digunakan sebagai alat kolaborasi dalam membuat konten. Sebanyak 20% dimanfaatkan sebagai asisten riset, sedangkan 10 persen lainnya digunakan sebagai mitra berdiskusi atau thought partner.
Pemanfaatan AI generatif juga terus meningkat. Sejak Agustus 2025, pengguna telah menciptakan lebih dari 5 miliar gambar menggunakan Nano Banana. Sementara model AI pembuat musik Lyria menghasilkan lebih dari 500 juta trek musik hanya dalam satu bulan.
Laporan tersebut juga menunjukkan lebih dari 40 persen prompt dikirim melalui input multimodal seperti suara, foto, dan video. Bahkan, lebih dari 10% interaksi dilakukan menggunakan perintah suara.
Google Ingin AI semakin Dekat dengan Masyarakat
Google turut membagikan pengalaman pengguna Gemini dari Indonesia, Vietnam, dan Tailan yang memanfaatkan AI untuk membuat konten, menyusun rencana bisnis, hingga mendukung proses belajar yang lebih personal.
Para pengguna berharap AI dapat memperluas akses teknologi, membantu proses pembelajaran, membuka peluang bagi kreator maupun pelaku usaha, serta semakin terintegrasi dalam berbagai perangkat dan layanan digital.
Melalui Gemini Southeast Asia Report 2026, Google menegaskan komitmennya untuk memperluas akses terhadap teknologi AI di Asia Tenggara. Perusahaan menilai kolaborasi dengan berbagai mitra akan menjadi kunci agar manfaat kecerdasan buatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di kawasan. (Elisa Rosalind/E-4)


















































