Waspada, Camilan Favorit Bisa Diam-Diam Merusak Lutut

3 hours ago 2

Makanan ultraproses disebut tidak hanya buruk bagi kesehatan secara umum, tetapi juga dapat melemahkan lutut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konsumsi makanan ultra-proses seperti daging olahan, sereal kemasan, hingga camilan siap saji diduga dapat meningkatkan risiko gangguan pada sendi lutut. Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang mengaitkan pola makan tersebut dengan risiko lebih tinggi mengalami osteoartritis lutut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology, seperti dilansir dari Fox News, Senin (20/4/2026), menunjukkan semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar pula penumpukan lemak di dalam otot paha. Kondisi ini dapat melemahkan fungsi otot sebagai penopang sendi lutut.

Penulis utama studi, Zehra Akkaya dari University of California, San Francisco, menjelaskan peningkatan kasus obesitas dan osteoartritis lutut dalam beberapa dekade terakhir berjalan seiring dengan menurunnya konsumsi bahan makanan alami. Osteoartritis lutut sendiri merupakan kondisi degeneratif akibat keausan sendi yang dapat menyebabkan nyeri dan penurunan mobilitas.

Penelitian sebelumnya menunjukkan tingginya kadar lemak dalam otot paha dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis data 615 individu yang belum mengalami osteoartritis. Melalui pemindaian MRI, mereka mengamati adanya degenerasi otot yang ditandai dengan penggantian serat otot sehat oleh lemak.

Hasilnya menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses berhubungan dengan peningkatan lemak intramuskular, terlepas dari jumlah kalori yang dikonsumsi, berat badan, maupun tingkat aktivitas fisik. Artinya, meskipun seseorang memiliki berat badan normal atau rutin berolahraga, pola makan yang didominasi makanan ultra-proses tetap berpotensi berdampak buruk pada kualitas otot dan kesehatan lutut.

Rata-rata, peserta penelitian diketahui mengonsumsi sekitar 41 persen makanan harian mereka dari kategori ultra-proses.

Peneliti menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan jenis ini guna menjaga kualitas otot dan menurunkan risiko osteoartritis. Pola makan seimbang serta aktivitas fisik tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Meski demikian, studi ini memiliki keterbatasan karena hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat langsung antara konsumsi makanan ultra-proses dan penumpukan lemak pada otot.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |