WhatsApp-Instagram-Facebook Banjir Penipu, Kantor RI Digeruduk Menteri

9 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sidak yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke kantor perwakilan Meta Indonesia pada Rabu (4/3/2026), disoroti berbagai hal. Salah satunya terkait kejahatan digital yang marak terjadi di platform milik raksasa teknologi itu.

Menteri Komdigi Meutya Hafid yang hadir dalam sidak tersebut menjelaskan penipuan di ranah digital jadi salah satu yang banyak dilaporkan.

"Disinformasi kedua yang paling banyak adalah kejahatan digital, termasuk scamming, penipuan-penipuan digital, yang juga menjadi salah satu yang terbanyak laporan-laporannya," kata Meutya ditemui usai sidak.

Dia menjelaskan penipuan ini merugikan tidak hanya masyarakat kelas menengah, namun yang berada di paling bawah. Artinya menyasar mereka yang hidupnya telah sulit.

"Dan ini merugikan tidak hanya orang penengah, tapi di level paling bawah. Jadi bayangkan penipuan juga menyasar kepada mereka yang memang hidupnya sudah sulit, tapi juga konten-konten yang terkait digital scamming juga cukup banyak," dia menjelaskan.

Selain itu, sidak juga menyoroti soal disinformasi kesehatan dan terkait pemerintahan.

Meutya mengatakan disinformasi merupakan masalah global. Masalah ini juga menjadi salah satu ancaman terbesar yang ada sekarang di dunia, dan dia memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam.

Dengan pasar digital yang besar serta 230 juta pengguna internet, dia mengatakan ingin banyak pihak bisa melakukan pengawasan. Jadi diharapkan ranah digital bisa lebih aman dan melindungi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihak Komdigi meminta sejumlah hal termasuk keterbukaan algoritma, moderasi konten, serta melaporkan beberapa hal lainnya.

Terkait alasan melakukan sidak, Meutya menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk berkomunikasi. Akhirnya sidak dipilih karena banyak kepatuhan yang belum dilakukan pihak Meta.

"Dan ini kita lakukan setelah berbagai upaya pemerintah berkomunikasi dengan Meta, baik itu formal, persuasif, dan akhirnya terpaksa harus sidak karena banyak kepatuhan yang belum dilaksanakan," ungkapnya.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |