2 Tewas, 15 Orang Hilang di Tengah Badai Susulan Banjir Bandang Grand Canyon

6 hours ago 4
2 Tewas, 15 Orang Hilang di Tengah Badai Susulan Banjir Bandang Grand Canyon Badai hujan deras menerjang Grand Canyon dan menyulitkan pencarian 15 korban hilang akibat banjir bandang. Dua jenazah telah ditemukan tim SAR.(AFP)

BADAI hujan deras menerjang kawasan Grand Canyon pada Senin, mengancam dan menyulitkan upaya pencarian lebih dari belasan orang yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang sejak akhir pekan lalu. National Park Service (NPS) mengonfirmasi sejauh ini dua jenazah telah berhasil ditemukan.

Banjir bandang menerjang area populer Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch di taman nasional AS tersebut pada Sabtu sore. Bencana ini memaksa puluhan orang dievakuasi serta merusak satu-satunya pipa pasokan air utama di kawasan tersebut.

Pihak pengelola taman nasional menyatakan jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu sore. Pada Senin, NPS mengonfirmasi penemuan jenazah kedua, sembari memperingatkan bahwa "prakiraan cuaca dapat memengaruhi waktu dan kecepatan" operasi pencarian lanjutan.

Pada Senin siang, awan tebal menyelimuti jurang yang dalam tersebut. National Weather Service mengeluarkan peringatan akan potensi banjir lanjutan seiring datangnya hujan dan badai petir.

"Banjir bandang berpotensi terjadi di anak sungai, alur kering, tempat berenang, dan area yang baru saja terbakar. Arus deras yang mematikan dapat terjadi di ngarai samping dan ngarai celah yang sempit. Perlintasan air rendah mungkin akan tergenang," bunyi buletin resmi lembaga tersebut.

Rekaman video yang diambil oleh para pendaki selama akhir pekan memperlihatkan aliran air berlumpur menerjang jalur pendakian dan bagian bawah jembatan gantung. Gelondongan kayu serta puing-puing tampak hanyut terbawa arus sungai yang meluap diiringi suara gemuruh keras.

NPS berkoordinasi dengan otoritas Arizona untuk mengevakuasi pengunjung dan mengonfirmasi keberadaan korban hilang. Hingga Minggu pagi, sebanyak 62 orang telah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 15 orang diperkirakan masih hilang. Konferensi pers dijadwalkan berlangsung pada Senin sore bersama tim tanggap darurat dan pejabat lokal untuk memberikan pembaruan informasi.

Bencana ini juga merusak atau menghancurkan sekitar 40% jaringan pipa air Transcanyon Waterline. Pipa sepanjang 20 kilometer yang membentang dari Roaring Springs di North Rim ke South Rim ini merupakan jalur krusial yang menyediakan air minum dan penanganan kebakaran bagi taman nasional.

Akibat kerusakan tersebut, pengelola menerapkan pembatasan penggunaan air di area paling ramai pengunjung serta melarang penggunaan api dari kayu dan arang. Selain pipa air, banjir menghancurkan beberapa jembatan pejalan kaki dan menutup akses penyeberangan di Bright Angel Creek.

Meskipun jalur menuju dasar ngarai dari South Rim tetap dibuka pada Senin, petugas terus memperingatkan bahaya cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama musim monsun Barat Daya. Pihak pengelola mengingatkan bahwa banjir bandang kerap terjadi di Arizona Utara karena kondisi tanah yang tandus dan minim vegetasi memiliki kapasitas rendah untuk menyerap air hujan. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |