ilustrasi(Magnific)
INGATAN jangka panjang merupakan kemampuan otak untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu lama sekaligus memanggilnya kembali saat dibutuhkan. Menjaga kesehatan organ otak menjadi langkah paling krusial dalam mempertahankan fungsi memori tersebut.
Dikutip dari siaran Health, kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, tidur cukup, hingga aktif bersosialisasi terbukti efektif melindungi sel-sel otak dari penurunan fungsi kognitif.
Berikut adalah tujuh langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga ingatan jangka panjang:
1. Menerapkan Pola Makan Bergizi
Asupan nutrisi kaya antioksidan, flavonoid, asam lemak omega-3, dan vitamin B berperan penting mengurangi peradangan otak, melindungi sel-sel saraf, serta melancarkan aliran darah.
Pola makan Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) sangat direkomendasikan. Diet ini memprioritaskan konsumsi sayuran hijau, buah beri, biji-bijian, dan kacang-kacangan, serta membatasi daging merah, makanan olahan, gorengan, dan makanan manis.
2. Rutin Menggerakkan Tubuh
Aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan kesehatan otak sekaligus menekan risiko penyakit kronis yang memicu penurunan kognitif, seperti diabetes dan penyakit jantung. Orang dewasa disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit atau intensitas tinggi selama 75 menit dalam sepekan.
3. Memenuhi Kebutuhan Tidur Berkualitas
Saat tidur malam, otak bekerja konsolidasi untuk menciptakan ingatan baru dan membersihkan racun berbahaya. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam agar dapat menjaga fokus dan daya ingat tetap tajam.
4. Mengasah Otak Lewat Permainan
Otak membutuhkan stimuli yang memicu pembentukan koneksi saraf baru. Permainan papan (board games), kartu, teka-teki silang, teka-teki angka, hingga jigsaw puzzle menjadi sarana efektif untuk melatih kelenturan pikiran.
5. Aktif Bersosialisasi
Jaringan sosial yang kuat memberi efek perlindungan (protective effect) pada otak dari risiko demensia dan depresi. Berdasarkan studi tahun 2022, interaksi sosial minimal satu kali seminggu dengan keluarga, teman, atau komunitas terbukti mampu memperlambat laju penurunan fungsi kognitif.
6. Mempelajari Keterampilan Baru
Ketika suatu keterampilan telah dikuasai, tingkat kerja otak akan menurun. Menghadirkan tantangan baru seperti belajar bahasa asing, memainkan alat musik, atau mengikuti kursus seni dan memasak agar memaksa otak untuk terus belajar dan berkembang.
7. Mengelola Kondisi Kesehatan
Hipertensi, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, serta obesitas pada rentang usia 35 hingga 65 tahun berkaitan erat dengan peningkatkan risiko demensia. Konsultasi rutin dengan penyedia layanan kesehatan sangat dianjurkan untuk mengontrol kondisi kronis melalui perawatan dan perubahan gaya hidup yang tepat. (Ant/P-4)

















































