AFS Indonesia Ciptakan Peluang Bagi Kaum Muda untuk Membuat Perubahan Positif Bagi Dunia

1 hour ago 3
AFS Indonesia Ciptakan Peluang Bagi Kaum Muda untuk Membuat Perubahan Positif Bagi Dunia Asia Pacific International Symposium dalam rangka merayakan 70 Tahun AFS di Indonesia, Rabu (9/9). (MI/Despian Nurhidayat)

SELAMA 70 tahun program AFS Indonesia sudah berjalan. Program ini merupakan program pertukaran pelajar internasional yang dikelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya bekerja sama dengan organisasi global AFS Intercultural Programs.

President & CEO AFS Intercultural Programs, Daniel Obst, mengatakan bahwa AFS Indonesia telah menciptakan peluang bagi kaum muda untuk melintasi perbatasan, menemukan perspektif yang berbeda, dan siap untuk kembali berkontribusi pada bangsa mereka. 

“Kami telah melihat semangat dalam perluasan program yang telah membuka pembelajaran antarbudaya bagi kaum muda. Selain mereka dapat bepergian, kami juga telah melihat keterlibatannya dalam program domestik yang inovatif yang menghubungkan pembelajaran dengan kolaborasi kreativitas pada kebutuhan masyarakat lokal, dan inisiatif ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting,” ungkapnya dalam acara Asia Pacific International Symposium dalam rangka merayakan 70 Tahun AFS di Indonesia, Rabu (9/9). 

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa AFS menyediakan kesempatan belajar antarbudaya yang membantu kaum muda untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan pemahaman yang dibutuhkan untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan damai. 

“Tujuan kami sebenarnya adalah untuk mengembangkan masyarakat global yang aktif dan mau mengambil tindakan untuk perubahan positif. Ini sangat relevan di Indonesia, sebuah negara yang luar biasa, keragaman budaya, linguistik, dan geografis, yang menawarkan model yang kuat dan praktik sehari-hari dalam hidup bersama melintasi perbedaan,” ujar Daniel. 

Asia Pacific International Symposium kali ini mengambil tema AI, inovasi, dan pendidikan antarbudaya untuk perdamaian dan kemakmuran global. Menurut Daniel tema ini sangat penting untuk dimaknai dalam kehidupan saat ini. 

“Kita membutuhkan kaum muda yang siap, tidak hanya untuk menggunakan teknologi, tetapi untuk membantu membentuknya secara bertanggung jawab dan memastikan bahwa inovasi berkontribusi pada kebaikan bersama dan di sinilah tepatnya pendidikan antarbudaya memainkan peran kunci yang memberi peserta didik alat untuk terlibat dengan kompleksitas, dan untuk melihat keragaman, bukan sebagai sumber konflik, tetapi sebagai fondasi untuk kolaborasi,” tegasnya. 

Di tempat yang sama, Board Chairperson of Bina Antarbudaya, Sinta Kaniawati, menambahkan bahwa simposium ini akan menyatukan pendapat secara nasional dan internasional untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi kecerdasan buatan dan pembelajaran antarbudaya dapat memberdayakan kaum muda dan masyarakat global untuk memperkuat pemahaman budaya dan menumbuhkan dunia yang lebih damai dan makmur. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |