Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).(Dok. Magnific)
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D-4) pada tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa peningkatan kualitas guru adalah kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo dan Mendikdasmen untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi guru yang memiliki keterbatasan.
“Kualifikasi bukanlah mimpi. Pemerintah membuka kesempatan bagi guru-guru untuk belajar di perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Nunuk dalam penandatanganan kerja sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Guru Gelombang 3 di Jakarta, baru-baru ini.
Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat sebanyak 45.660 guru mendaftar, dengan 32.828 di antaranya berhasil difasilitasi. Rincian peserta meliputi 25.936 pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru SMP/SMA/SMK, serta 223 guru SLB. Sebanyak 127 LPTK, termasuk 35 mitra baru, terlibat dalam mendukung program ini.
Program ini dirancang secara fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar di sekolah tanpa meninggalkan murid-muridnya. Selain pemenuhan gelar akademik, program ini menjadi jembatan bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna memperoleh sertifikasi pendidik.
Nunuk menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari ijazah, tetapi pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas. “Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam proses belajar mengajar,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Guru PAUD dan PNF, Saiful Bari, menambahkan bahwa berdasarkan data Dapodik, masih terdapat 174.520 guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-4. Mayoritas berasal dari jenjang PAUD dan SD, sehingga dukungan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memastikan kualitas layanan pendidikan bagi anak didik. (Z-10)
















































