Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Dentuman Kuat Terdengar

2 weeks ago 22
Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Dentuman Kuat Terdengar Keterangan foto Gunung Ili Lewotolok Erupsi pada 7 Juli 2026(Dok.Foto: Magma Indonesia)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat. Meski demikian, status gunung api tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, dalam laporannya, Rabu (8/7) menyebutkan, peningkatan aktivitas Gunung Ilu Lewotolok ditandai dengan bertambahnya jumlah kejadian erupsi dan gempa hembusan sejak pertengahan Juni hingga awal Juli 2026.

"Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, Gunung Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama kenaikan jumlah kejadian erupsi yang signifikan. Tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada)," kata Lana Saria.

Ia menjelaskan, selama Juli 2026 aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok kerap disertai suara dentuman keras yang tidak jarang menggetarkan dinding rumah maupun kaca jendela warga di sekitar gunung.

Data pemantauan kegempaan selama periode 1-30 Juni 2026 mencatat sebanyak 1.746 gempa erupsi, 2.198 gempa hembusan, 45 gempa guguran, 56 tremor harmonik, 55 tremor nonharmonik, 32 gempa hybrid, 11 gempa vulkanik dangkal, 124 gempa vulkanik dalam, 31 gempa tektonik lokal, serta 41 gempa tektonik jauh.

Sementara itu, pada periode 1-7 Juli 2026 tercatat 908 gempa erupsi, 583 gempa hembusan, 6 gempa guguran, 13 tremor harmonik, 17 tremor nonharmonik, 5 gempa hybrid, 4 gempa vulkanik dangkal, 8 gempa vulkanik dalam, 5 gempa tektonik lokal, dan 12 gempa tektonik jauh.

Hasil pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 20-400 meter di atas puncak. Kolom erupsi teramati mencapai ketinggian 100–600 meter dengan warna putih hingga kelabu.

Selain itu, petugas juga mengamati lontaran material pijar sejauh 200-500 meter ke arah tenggara dan sekitar 100 meter ke arah selatan. Meski energi seismik meningkat, nilainya masih berada di bawah energi seismik yang tercatat sepanjang Juni 2026.

Lana Saria mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.

"Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok, karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi," ujarnya. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |