Antrean BBM Kian Mengular, Wali Kota Sidak SPBU dan Temukan Nozzle Mati

2 hours ago 4
Antrean BBM Kian Mengular, Wali Kota Sidak SPBU dan Temukan Nozzle Mati WALI Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi sidak dan melihat antrean panjang BBM di sejumlah SPBU setelah menemui petinggi PT Pertamina Regional Sulawesi, Jumat (11/9).(Dok. Pemkot Makassar)

WALI Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi sidak dan melihat antrean panjang BBM di sejumlah SPBU setelah menemui petinggi PT Pertamina Regional Sulawesi, Jumat (11/9).

Di SPBU Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang. Di lokasi itu ia menemukan dua nozzle tidak beroperasi. Temuan tersebut membuat Appi menegaskan bahwa persoalan antrean BBM bukan hanya soal pasokan, melainkan juga layanan SPBU yang harus segera dibenahi.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Appi mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda. Mereka diterima Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran.

Dalam pertemuan itu, Appi menegaskan kedatangannya adalah bentuk empati sekaligus respons pemerintah kota terhadap keluhan warga yang setiap hari terjebak antrean BBM.

“Tujuan kami ke sini bagaimana solusi. Tolong pihak Pertamina dan pengelola SPBU carikan jalan keluar. Jangan masyarakat umum yang jadi korban,” tegas Appi.

Ia menilai penanganan antrean tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan stok. Perlu langkah taktis di lapangan agar kendaraan tidak menumpuk dan antrean tidak mengular hingga mengganggu arus lalu lintas.

Salah satu opsi utama yang ditawarkan Appi adalah mengaktifkan seluruh nozzle atau dispenser di SPBU dan menambah petugas operator. Menurutnya, langkah ini mempercepat waktu pelayanan per kendaraan sehingga perputaran antrean BBM subsidi lebih lancar.

“Antrean mengular karena keterbatasan petugas. Misalnya, empat dispenser di SPBU hanya dijaga oleh satu orang. Perlu penambahan petugas agar setiap nozzle aktif dan memotong waktu tunggu kendaraan,” ujarnya.

Nozzle adalah ujung selang yang keluar dari dispenser untuk mengisi BBM

Appi juga mengusulkan pengaturan waktu pengisian berdasarkan jenis kendaraan, mulai kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi, hingga bus. Alur pengisian, klaster kendaraan, dan jadwal masuk ke SPBU dinilai perlu diatur agar tidak terjadi penumpukan.

“Kalau ada jumlah nozzle, ya dioptimalkan semuanya. Jangan sampai tidak berfungsi. Ini bisa menambah antrean panjang,” ujar Appi.

Ia meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian, terutama saat terjadi kepadatan. Selain jumlah nozzle, lamanya proses pelayanan juga disorot karena dinilai memperpanjang waktu tunggu.

“Kalau prosesnya terlalu lama, tentu antrean semakin panjang. Ini yang perlu dicarikan solusi agar pelayanan bisa dipercepat,” tegasnya.

Appi menekankan percepatan pelayanan bukan berarti mengabaikan aturan. Pertamina dan pengelola SPBU diminta mencari pola yang tetap sesuai ketentuan, tetapi lebih efisien.

Menurut Appi, antrean BBM tidak hanya merugikan warga yang hendak mengisi kendaraan. Kondisi itu juga mulai mengganggu aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat.

Bahkan, operasional armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Makassar ikut terdampak. Karena itu, Appi khawatir persoalan ini menjadi akumulasi masalah baru jika tidak segera ditangani.

“Ini perlu solusi cepat dari seluruh persoalan. Kita tidak boleh anggap ini persoalan biasa,” jelasnya.

Ia juga mengusulkan SPBU di kawasan penyangga Kota Makassar, khususnya Maros dan Gowa, dioptimalkan sebagai zona penyangga. Kendaraan besar tidak semestinya seluruhnya masuk ke pusat kota hanya untuk membeli BBM.

“Kalau tidak ada kepastian, antrean akan terus begini, merugikan masyarakat. Kalau sudah sampai empat lapis, menurut saya sudah menutup jalan karena tidak ada yang mengatur prioritas,” ujarnya.

Lagi- lagi, Pertamina klaim stok aman dan suplai naik. Hal itu disampaikan EGM PT Pertamina Regional Sulawesi Deny Sukendar memastikan stok BBM aman dan terpenuhi bagi warga Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum. Ia berharap langkah penanganan bisa dilakukan secepatnya, bahkan pada hari yang sama setelah pertemuan.

“Mudah-mudahan ini bisa segera, hari ini juga kita lakukan beberapa hal, Pak Wali,” kata Deny.

Pertamina telah memperpanjang waktu operasional SPBU. Saat ini, sebanyak 25 SPBU di Makassar beroperasi 24 jam. Jumlah itu masih bisa ditambah sesuai kondisi antrean BBM. “Sejauh ini sudah ada 25 SPBU yang buka 24 jam. Nanti kita lihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, tentu akan kita tambah,” ujarnya.

Deny memastikan penyaluran BBM meningkat. Untuk solar, penyaluran naik sekitar 15 persen di atas kondisi normal. Sementara Pertalite meningkat sekitar 8 persen, dan pada kondisi tertentu mencapai 10 persen.

“Ada penambahan. Tentu sudah meningkat penyaluran untuk solar, sudah di kisaran di atas normal sekitar 15 persen. Pertalite sudah 8 persen dan kemarin juga sudah mencapai 10 persen dari kondisi normal,” tambahnya.

Pertamina juga memetakan SPBU yang mengalami kepadatan dan akan mendorong tambahan suplai ke titik-titik yang membutuhkan. Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean dan membuka nozzle di SPBU.  (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |