Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima cendera mata istimewa berupa pedang Naga Liman saat menghadiri acara syukuran khitanan anak Ustaz Ujang Busthomi di Desa Sinarrancang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (12/9).(Dok. Istimewa)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo menerima cendera mata istimewa berupa pedang Naga Liman saat menghadiri acara syukuran khitanan anak Ustaz Ujang Busthomi di Desa Sinarrancang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (12/9). Senjata tradisional ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol budaya yang mendalam bagi masyarakat Kesultanan Cirebon.
Penyerahan pedang dilakukan langsung oleh Ustaz Ujang Busthomi di ruangan khusus tamu Yayasan Al-Busthomi Padepokan Anti Galau sebelum rangkaian acara dimulai. Jokowi tampak terkesan dengan detail kerajinan pada senjata tersebut, terutama pada bagian bilah dan gagangnya.
“Saya senang karena ada ukirannya,” ujar Jokowi saat menerima pedang tersebut.
Makna Filosofis Naga Liman
Pedang Naga Liman merupakan senjata yang lekat dengan sejarah panjang Kesultanan Cirebon. Nama dan bentuknya merujuk pada dua makhluk mitologi yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi lokal:
- Naga: Melambangkan kekuatan dan perlindungan.
- Liman (Gajah): Melambangkan kebijaksanaan dan ketenangan.
Secara filosofis, Naga Liman dimaknai sebagai simbol keteguhan dalam memegang amanah. Senjata ini membawa pesan moral agar manusia senantiasa ikhlas dalam berbuat baik serta memberikan manfaat yang luas bagi orang lain.
Detail Kunjungan dan Cendera Mata:
| Penerima Hadiah | Joko Widodo (Presiden ke-7 RI) |
| Pemberi Hadiah | Ustaz Ujang Busthomi |
| Jenis Senjata | Pedang Naga Liman (Khas Cirebon) |
| Hadiah Balasan | Sepeda untuk Muhammad Aulian Ghayda Fattana |
Momen Timbal Balik dan Antusiasme Warga
Sebagai bentuk apresiasi, Jokowi juga memberikan hadiah balasan berupa sebuah sepeda kepada Muhammad Aulian Ghayda Fattana. Aulian merupakan anak ketujuh Ustaz Ujang Busthomi yang baru saja menjalani prosesi khitan pada Agustus 2026 lalu.
Kunjungan Jokowi ke Cirebon kali ini didampingi oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep dan Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus. Kehadiran rombongan disambut meriah oleh warga setempat. Jokowi bahkan memilih berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju lokasi acara untuk menyapa masyarakat dan para pedagang kaki lima yang berjejer di sepanjang jalan Desa Sinarrancang.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, dengan banyaknya masyarakat yang histeris memanggil nama mantan presiden tersebut. Momen ini menunjukkan kedekatan emosional yang masih terjaga antara Jokowi dengan warga di daerah, khususnya di wilayah Cirebon.
Tak hanya warga, sejumlah pedagang di sepanjang jalan juga ikut menyapa Jokowi. Salah seorang pedagang bakso bahkan mengajak Jokowi mampir ke lapaknya.
“Jualan apa?” tanya Jokowi.
“Bakso, Pak. Mampir, Pak. Sehat terus ya, Pak Jokowi,” jawab pedagang tersebut. (I-1)
















































