Kondisi hulu jembatan Trikora tepatnya Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.( MI/JANUARI HUTABARAT)
DERASNYA arus Sungai Batang Toru menyisakan persoalan serius di sekitar Jembatan Trikora, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Dari pantauan udara, terlihat bagian tepian sungai di sekitar jembatan mengalami gerusan dan pengikisan cukup luas.
Material tanah pada sisi bantaran tampak tergerus hingga membentuk tebing curam. Sejumlah batang kayu dan material hanyutan juga terlihat tertahan di tepian sungai. Kondisi tersebut menunjukkan derasnya tekanan arus terhadap bantaran sungai, terutama ketika debit air meningkat.
Di bagian atas bantaran, permukiman warga berada relatif dekat dengan tepian sungai. Pengikisan yang terus berlangsung berpotensi memperlebar area terdampak apabila tidak segera ditangani.
Mail Hasibuan (47) Sabtu (12/9) mengatakan, Jembatan Trikora sendiri menjadi bagian penting akses transportasi masyarakat Batang Toru, bahkan jakan induk menuju Kota Sibolga dan sebaliknya. Karena itu, kondisi lingkungan di sekitar fondasi dan pendekat jembatan perlu mendapat perhatian serius, terutama setelah terjadinya cuaca ekstrem dan peningkatan debit Sungai Batang Toru.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah gerusan telah memengaruhi fondasi, abutmen, atau struktur pengaman jembatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pusat bersama instansi teknis terkait dinilai perlu melakukan asesmen menyeluruh, termasuk memeriksa kedalaman gerusan, stabilitas tebing, kondisi abutmen dan fondasi, serta kebutuhan pembangunan pengaman tebing.
Persoalannya bukan semata mata apakah jembatan masih dapat dilalui. Keselamatan konstruksi dan keberlanjutan akses masyarakat harus menjadi perhatian sebelum gerusan sungai berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Kondisi lapangan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya memulihkan akses. Bantaran sungai dan sistem perlindungan jembatan juga harus diperkuat agar kerusakan serupa tidak berulang, katanya. (H-2)
















































