AS Buka Suara soal Klaim Iran Tangkap Drone Bawah Laut di Selat Hormuz

4 hours ago 5
AS Buka Suara soal Klaim Iran Tangkap Drone Bawah Laut di Selat Hormuz Ilustrasi(Dok. IRNA )

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menangkap sebuah kapal selam nirawak milik militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (8/9). Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh pihak Washington yang menyebut perangkat tersebut sebagai model lama yang sudah mengalami kerusakan.

Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa kendaraan bawah air tanpa awak (UUV) tersebut memang milik AS, namun membantah narasi kecanggihan yang dibangun Iran. Menurut Hawkins, drone tersebut sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi rutin sebelum akhirnya mengalami kendala teknis.

"Drone itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia," tegas Hawkins sebagaimana dilansir dari AFP, Rabu (9/9). Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut telah mengalami kerusakan sejak sehari sebelum insiden penangkapan oleh pihak Iran.

Klaim Teknologi Mutakhir oleh Iran

Berseberangan dengan pernyataan AS, IRGC menyatakan bahwa mereka telah berhasil menjebak salah satu sistem bawah laut paling modern milik militer Amerika. Pihak Iran menyebut operasi ini sebagai keberhasilan menangkap teknologi "cerdas dan canggih" di pintu masuk jalur pelayaran strategis tersebut.

Media pemerintah Iran mengidentifikasi kendaraan tersebut sebagai Dive-LD, sebuah kendaraan bawah air otonom (AUV) berukuran besar yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal California, Anduril. Berikut adalah spesifikasi teknis dari perangkat tersebut berdasarkan data yang dihimpun:

Fitur Spesifikasi / Detail
Model Dive-LD (Anduril)
Panjang Sekitar 5,9 meter
Kedalaman Maksimal 6.000 meter (19.700 kaki)
Daya Tahan Operasi Hingga 10 hari tanpa pangkalan
Fungsi Utama Pemetaan dasar laut, penanggulangan ranjau, intelijen, inspeksi kabel bawah laut

Eskalasi di Jalur Energi Dunia

Insiden ini menambah daftar panjang gesekan militer antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz. Kawasan ini merupakan urat nadi distribusi energi dunia, di mana gangguan sekecil apa pun dapat berdampak pada stabilitas pasar global. Sebelumnya, IRGC juga mengeklaim telah melakukan serangan terhadap kapal induk dan kapal perang AS sebagai respons atas tindakan Amerika yang menargetkan kapal tanker terkait Iran.

Penggunaan teknologi nirawak seperti Dive-LD menunjukkan pergeseran strategi militer AS yang mulai mengandalkan sistem otonom untuk menekan biaya operasional dan meminimalisir risiko personel dalam misi berbahaya. Meski AS menyebutnya sebagai model lama, kehadiran drone ini di perairan sensitif menegaskan bahwa pengawasan bawah laut menjadi garda terdepan dalam konflik modern di kawasan Teluk. (Fer/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |