ASDP Tingkatkan Layanan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

2 hours ago 1

ASDP respons peningkatan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dengan langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor. Upaya ini terutama ditujukan untuk mengatasi lonjakan kendaraan logistik.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyatakan bahwa perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan. "Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," ujarnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Menurut Windy, percepatan di pelabuhan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang—roda dua, roda empat, dan bus—sedangkan dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. "Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kapal menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," tambahnya.

General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko menjelaskan bahwa optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung. "Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah, dan fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang," katanya.

Arief menambahkan, pengendalian volume kendaraan diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri difungsikan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran. "Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan," ujarnya.

Hingga Jumat (3/4), antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) terpantau mencapai sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan, didominasi kendaraan logistik. Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar 20 hingga 35 menit.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |