Astronom Temukan Indikasi Atmosfer di Planet LHS 1140 b, Kandidat Planet Layak Huni

15 hours ago 4
Astronom Temukan Indikasi Atmosfer di Planet LHS 1140 b, Kandidat Planet Layak Huni Ilustrasi(magnifik)

TIM astronom menemukan indikasi atmosfer pada LHS 1140 b, planet berbatu yang berada di zona layak huni. Temuan ini membuka peluang baru dalam pencarian planet yang berpotensi mendukung kehidupan di luar Tata Surya.

LHS 1140 b mengorbit bintang katai merah yang berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi di rasi Cetus. Planet ini pertama kali ditemukan pada 2017. Namun, pengamatan terbaru menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kondisi atmosfernya.

Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi atmosfer yang didominasi nitrogen serta kemungkinan keberadaan lautan air dalam kondisi tertentu. Meski belum dapat dipastikan sepenuhnya, temuan tersebut dinilai sangat menjanjikan untuk penelitian lanjutan mengenai planet layak huni.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa LHS 1140 b berada di zona layak huni, yaitu wilayah di sekitar bintang tempat suhu memungkinkan air berada dalam bentuk cair di permukaan. Keberadaan air cair merupakan salah satu syarat penting yang mendukung kemungkinan adanya kehidupan.

Melalui instrumen JWST, peneliti menganalisis cahaya bintang yang melewati atmosfer planet saat terjadi transit. Dari analisis spektrum tersebut, mereka dapat mengidentifikasi molekul penyusun atmosfer.

Meski hasilnya masih memerlukan konfirmasi, teknologi teleskop generasi baru memungkinkan ilmuwan mempelajari planet berbatu dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.

LHS 1140 b memiliki massa sekitar 5,6 kali massa Bumi dan diameter sekitar 1,7 kali diameter Bumi, sehingga dikategorikan sebagai super-Earth. Ukurannya yang lebih besar diperkirakan membantu planet ini mempertahankan atmosfer dalam jangka waktu lama.

Meski demikian, para astronom menegaskan bahwa penemuan atmosfer bukan berarti telah ditemukan kehidupan. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan komposisi atmosfer serta mencari molekul yang dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas biologis.

Sumber: Nature Astronomy

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |