Waspada Dating Apps, Riset Ungkap Dampaknya terhadap Depresi hingga Kesepian

7 hours ago 8
Waspada Dating Apps, Riset Ungkap Dampaknya terhadap Depresi hingga Kesepian ilustrasi(Magnific)

APLIKASI kencan daring (dating apps) yang semula dirancang untuk mempermudah interaksi sosial kini mulai menyita perhatian serius para pakar kesehatan mental. Sejumlah peneliti kini mulai menyoroti kemungkinan bahwa penggunaan dating apps secara berlebihan dapat berkembang menjadi perilaku yang bermasalah.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi kencan yang tidak terkendali memiliki sejumlah karakteristik yang mirip dengan kecanduan perilaku, meski hingga kini belum diakui sebagai gangguan mental secara resmi.

Dampak Penggunaan Dating Apps

Peneliti meninjau 29 studi kuantitatif dari berbagai negara untuk memahami bagaimana para ilmuwan mendefinisikan penggunaan aplikasi kencan yang bermasalah (problematic online dating). Secara umum, istilah ini merujuk pada kondisi ketika seseorang sulit mengendalikan keinginan membuka aplikasi, menghabiskan waktu berlebihan untuk menggunakannya, serta tetap melanjutkan kebiasaan tersebut meskipun mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penelitian menemukan beberapa pola yang sering muncul pada pengguna dengan perilaku dating apps yang bermasalah. Di antaranya adalah dorongan terus-menerus untuk memeriksa aplikasi, kesulitan mengurangi waktu penggunaan, serta munculnya rasa gelisah ketika tidak dapat mengakses aplikasi.

Selain itu, sebagian pengguna mengaku tetap menggunakan aplikasi meskipun aktivitas tersebut mulai mengganggu pekerjaan, studi, hubungan sosial, atau kesehatan mental mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa aplikasi tidak lagi sekadar menjadi sarana mencari pasangan, tetapi telah berubah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.

Kesehatan Mental

Tinjauan tersebut juga menemukan hubungan antara penggunaan dating apps yang bermasalah dengan berbagai faktor psikologis. Beberapa studi melaporkan adanya kaitan dengan tingkat depresi, kecemasan, kesepian, harga diri yang rendah, hingga penggunaan internet atau media sosial secara kompulsif.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan sebab-akibat. Sebagian besar penelitian yang ditinjau bersifat potong lintang (cross-sectional), sehingga belum dapat memastikan apakah penggunaan aplikasi menyebabkan gangguan psikologis, atau justru individu dengan kondisi tersebut lebih rentan menggunakan aplikasi secara berlebihan.

Gunakan dengan Bijak

Para peneliti menyimpulkan bahwa aplikasi kencan tetap dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk membangun relasi apabila digunakan secara sehat. Namun, penting bagi pengguna untuk mengenali batasan diri, mengatur durasi penggunaan, dan tidak menjadikan aplikasi sebagai satu-satunya sumber validasi atau interaksi sosial.

Mereka juga menilai diperlukan penelitian jangka panjang dengan metode yang lebih kuat agar dapat memahami dampak penggunaan dating apps terhadap kesehatan mental secara lebih mendalam. Dengan begitu, strategi pencegahan dan edukasi yang tepat dapat dikembangkan di masa depan.

(PubMed/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |