Messi: Kekalahan di Piala Dunia 2026 Tinggalkan Luka yang Lama Sembuh

7 hours ago 7
 Kekalahan di Piala Dunia 2026 Tinggalkan Luka yang Lama Sembuh KAPTEN tim nasional Argentina, Lionel Messi, akhirnya angkat bicara setelah kegagalan timnya mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026.(Instagram/@leomessi)

KAPTEN tim nasional Argentina, Lionel Messi, akhirnya angkat bicara setelah kegagalan timnya mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026. Pemain berjuluk La Pulga tersebut mengakui bahwa kekalahan dari Spanyol di partai puncak meninggalkan luka mendalam yang sulit untuk disembuhkan dalam waktu dekat.

Argentina harus merelakan trofi juara jatuh ke tangan Spanyol setelah kalah tipis 0-1 melalui babak tambahan waktu dalam laga final yang digelar di New Jersey. Hasil ini sekaligus memupus ambisi Albiceleste untuk menyamai rekor legendaris Brasil (1958 dan 1962) sebagai tim yang mampu memenangi Piala Dunia dua edisi berturut-turut.

Ungkapan Hati Messi di Media Sosial

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (21/7) malam, Messi mencurahkan perasaannya. Pemain berusia 39 tahun itu mengunggah foto dirinya yang tengah mengenakan medali runner-up, sebuah pemandangan yang kontras dengan kegembiraannya empat tahun silam di Qatar.

"Rasa sakitnya sangat besar dan luka ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh," tulis Messi dalam unggahan tersebut.

Meski diselimuti kekecewaan, Messi tetap menunjukkan jiwa besar dengan mengapresiasi konsistensi skuad asuhan Lionel Scaloni yang berhasil menembus dua final Piala Dunia secara beruntun. "Saya memilih mengingat semua kenangan indah. Hari ini memang sulit menghargai apa yang telah kami capai, tetapi tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia secara berturut-turut," tambahnya.

Apresiasi untuk Spanyol dan Perjalanan Argentina

Messi juga memberikan ucapan selamat kepada timnas Spanyol yang berhasil merengkuh gelar juara dunia kedua mereka sepanjang sejarah. "Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilannya menjuarai turnamen ini," ujarnya.

Perjalanan Argentina menuju final 2026 sendiri tergolong dramatis. Mereka sempat menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan saat melawan Mesir dan Inggris. Di fase gugur, Messi dkk harus berjuang ekstra keras hingga babak tambahan waktu untuk menyingkirkan Tanjung Verde dan Swiss.

"Kami membalikkan banyak pertandingan dengan memberikan segalanya. Pertandingan-pertandingan itu akan selalu kami kenang. Dukungan seluruh rakyat Argentina, ditambah kerja keras dan pengorbanan tim ini, kembali membawa kami menjadi salah satu tim terbaik di dunia," ungkap Messi.

Catatan Individu dan Akhir Turnamen

Secara statistik, Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan torehan delapan gol. Namun, pada partai final, ia kesulitan memberikan dampak signifikan akibat dominasi lini tengah Spanyol yang sangat solid.

Final 2026 menjadi final Piala Dunia ketiga dalam karier panjang Messi. Setelah merasakan pahitnya kekalahan di final 2014 dan manisnya gelar juara di 2022, kini ia harus kembali puas dengan posisi kedua. Pasca turnamen, Messi dilaporkan tidak ikut pulang ke Buenos Aires bersama rombongan besar skuad Argentina dan memilih untuk langsung menuju kediamannya. (Dhk/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |