Atasi Macet Canggu, Pemkab Badung Siapkan Opsi Transportasi Water Taxi

14 hours ago 8
Atasi Macet Canggu, Pemkab Badung Siapkan Opsi Transportasi Water Taxi Ilustrasi taksi air untuk di Bali.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Badung tengah menyiapkan langkah inovatif untuk mengatasi persoalan kemacetan yang kian kronis di kawasan pariwisata Canggu. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penyediaan transportasi water taxi atau taksi air.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa inovasi ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata Bali. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7/2026).

“Ada beberapa titik lokasi yang memang menjadi akses kemacetan selama ini di Bali, contohnya akses kami menuju Canggu. Saya kira inovasi ini memang menjadi satu hal yang mendesak sehingga itu akan menjadi satu kepercayaan buat pariwisata kami,” ujar Adi Arnawa.

Dukungan Infrastruktur Jalan dan Anggaran Pusat

Selain moda transportasi air, Pemkab Badung juga mendorong pembangunan infrastruktur darat. Adi Arnawa mengharapkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, langsung menuju kawasan Canggu.

Menurutnya, tanpa adanya penambahan ruas jalan baru, beban kemacetan di wilayah tersebut akan terus meningkat. “Karena kelihatannya kalau itu tidak kami lakukan akan menambah macet. Kami berharap untuk upaya ini, kalau bisa, pemerintah pusat ikut membantu,” tambahnya.

Penanganan Abrasi dan Keberlanjutan Pariwisata

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Adi Arnawa turut memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas pemasangan penahan gelombang (breakwater) di kawasan Pantai Kuta. Ia mengusulkan agar proyek penanggulangan abrasi tersebut dapat dilanjutkan hingga ke pesisir Canggu.

Langkah-langkah strategis ini, baik di sektor transportasi maupun perlindungan pantai, dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah tersebut.

“Kabupaten Badung sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur baru agar tidak ditinggalkan wisatawan,” tegas Adi Arnawa, seraya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan berkelanjutan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |