Petugas (kanan) memotret dokumen Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Selasa (1/9/2026).( ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
PERUM Bulog menyatakan siap menjalankan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026. Hal itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program bantuan pangan beras hingga akhir 2026.
Bantuan beras sebelumnya diberikan kepada sekitar 33,2 juta keluarga kategori desil 1 sampai dengan desil 4 dengan alokasi sebanyak 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan. Untuk periode sebelumnya hingga September 2026, penyaluran dilakukan secara rapel sehingga penerima memperoleh total 30 kilogram beras.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober hingga Desember.
“Bulog akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki dalam mendukung kelancaran penyaluran. Kesiapan stok beras pemerintah, jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta pengalaman Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pangan nasional menjadi kekuatan untuk memastikan beras dapat dipersiapkan dengan kualitas yang terjaga dan disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujar Rizal dalam keterangan yang dikutip, Rabu (9/9).
Menurutnya, kelanjutan bantuan pangan beras hingga Desember 2026 semakin memperkuat sinergi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat.
"Sebagai perusahaan pangan negara, Bulog berkomitmen menjalankan setiap amanah pemerintah secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga kekuatan stok pangan yang dimiliki negara dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino sekaligus memitigasi dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap masyarakat dan aktivitas perekonomian di daerah terdampak. Langkah tersebut dilakukan antara lain melalui keberlanjutan program bantuan pangan serta pemantauan terhadap perkembangan dampak bencana, termasuk terhadap aktivitas masyarakat dan sektor logistik.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/9).
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa salah satu bantuan yang turut dibahas yakni bantuan pangan berupa beras. Menko Airlangga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” jelas Airlangga. (P-4)
















































