Pelatih Barcelona, Hansi Flick.(Dok. AFP/Cruciatti)
LANGKAH Barcelona di Liga Champions musim ini akan dimulai dari Spotify Camp Nou saat menjamu raksasa Belanda, Feyenoord, pada Rabu (9/9) malam.
Skuad asuhan Hansi Flick menyambut laga pembuka fase liga ini dengan modal mentereng setelah menyapu bersih empat pertandingan awal La Liga dengan kemenangan.
Kemenangan telak 5-0 atas Valencia di Mestalla pada laga terakhir menjadi bukti tajamnya lini serang Blaugrana.
Lamine Yamal, Fermin Lopez, Raphinha, dan Pedri bergantian membobol gawang lawan, sekaligus mengukuhkan posisi Barcelona di puncak klasemen sementara domestik dengan raihan 12 poin.
Usai laga kontra Valencia, Flick mengapresiasi performa sejumlah pemain mudanya, termasuk Fermin Lopez dan Rodri.
"Fermin, kita sudah bisa melihat tipe pemain seperti apa dia. Dia membawa energi, gol, bagus dengan bola, melakukan pressing. Saya terkadang lebih menyukai kontrol, tetapi dia pemain muda. Intensitasnya sangat tinggi. Dia melakukannya dengan sangat baik," kata Flick dikutip dari Barca Blaugranes.
Terkait keputusan memainkan Lamine Yamal secara penuh meski sempat mengalami benturan di sesi latihan, Flick menjelaskan kondisi sang pemain.
"Dia memberi tahu saya bahwa dia baik-baik saja. Dia selalu fokus dengan tekanan di dalam pertandingan, itu bagus," ujar Flick.
Di kubu tamu, Feyenoord datang ke Katalunya dengan kepercayaan diri usai memetik kemenangan 3-1 atas NEC Nijmegen di Eredivisie.
Pihak manajemen Feyenoord menegaskan bahwa tim tidak merasa gentar berlaga di Camp Nou dan siap menunjukkan identitas permainan mereka, sebab fokus utama dalam lawatan ini tidak sekadar mengejar hasil akhir melainkan menunjukkan performa terbaik di panggung elite Eropa.
Pelatih Feyenoord Giovanni van Bronckhorst bersiap menghadapi laga emosional di markas mantan klubnya.
Sosok yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Barcelona pada 2006 itu menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya, terlebih setelah kehilangan juru gedor utama Ayase Ueda.
"Kita harus mengakui realitas ini, dan kita semua melakukannya di klub, termasuk staf pelatih dan para pemain. Saya pikir ini satu-satunya cara untuk menghadapinya dan melangkah maju dengan cara yang positif," kata Van Bronckhorst dikutip dari Barca Universal. (H-3)


















































