Penyakit Jantung di Usia Muda: Gejala, Risiko, dan Cara Pencegahan

1 hour ago 1
 Gejala, Risiko, dan Cara Pencegahan Ilustrasi penyakit jantung usia muda.(Shutterstock)

Selama ini, penyakit jantung sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan usia lanjut. Namun, anggapan tersebut perlahan perlu ditinggalkan. Tren penyakit jantung di usia muda semakin menjadi perhatian, termasuk pada kelompok usia produktif.

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa prevalensi penyakit jantung di Indonesia meningkat dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Yang lebih mengkhawatirkan, Kemenkes juga mencatat adanya peningkatan prevalensi serangan jantung pada usia di bawah 40 tahun sebesar 2% setiap tahun selama periode 2000–2016. Data Riskesdas 2018 turut menunjukkan bahwa penyakit jantung sudah ditemukan pada kelompok usia 25–34 tahun (0,8%) dan 35–44 tahun (1,3%). Angka ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung perlu dimulai lebih dini, bahkan ketika tubuh masih terasa sehat.

Faktor Risiko di Usia Produktif

Di tengah kehidupan yang serba cepat, kelompok usia produktif menghadapi berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa pemicu utamanya antara lain:

  • Jam kerja yang terlalu panjang.
  • Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedenter.
  • Pola makan tidak seimbang.
  • Kebiasaan merokok dan kurang tidur.
  • Stres berkepanjangan.

Berbagai faktor tersebut berkaitan erat dengan munculnya kondisi medis seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, gula darah tinggi, serta kelebihan berat badan. WHO juga menempatkan pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan merokok sebagai faktor perilaku utama yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular.

Waspada Silent Killer

Penyakit jantung kerap disebut sebagai silent killer karena faktor risikonya tidak selalu disertai keluhan yang terasa jelas. Seseorang dapat tetap merasa sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari, sementara tekanan darah atau kadar kolesterolnya sudah berada di atas batas yang dianjurkan. Hipertensi, misalnya, sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksinya secara akurat.

Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal menunggu gejala muncul, tetapi juga tentang mengenali kondisi tubuh dan faktor risikonya sedini mungkin.

Momentum World Heart Day: Waktunya Skrining

Momentum World Heart Day yang diperingati setiap 29 September menjadi pengingat untuk menempatkan kesehatan jantung sebagai prioritas. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah melakukan skrining kesehatan secara berkala. Pemeriksaan ini memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan terkini sehingga langkah pencegahan atau penanganan medis dapat diambil lebih cepat.

Promo Spesial World Heart Day di Prodia

Untuk membantu masyarakat memulai langkah deteksi dini, Prodia menghadirkan promo spesial selama September 2026. Masyarakat dapat menikmati harga spesial untuk berbagai panel dan pemeriksaan terkait fungsi serta kesehatan jantung di Prodia Laboratorium dan Klinik.

Jangan tunggu sampai tubuh memberikan peringatan. Kunjungi Prodia terdekat atau lakukan reservasi melalui aplikasi U by Prodia. #TenangKarenaTau

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973. Sebagai pemimpin pasar, Prodia telah mendapatkan akreditasi internasional dari College of American Pathologists (CAP) selama 10 tahun berturut-turut, memastikan kualitas hasil tes sejajar dengan laboratorium internasional.

Hingga 31 Maret 2026, Prodia mengoperasikan 395 outlet di 34 provinsi di Indonesia. Layanan Prodia mencakup wellness clinic berbasis personalized medicine serta berbagai specialty clinics untuk anak, wanita, hingga senior. Akses layanan semakin mudah melalui Kontak Prodia 1500-830, asisten virtual TANIA, maupun aplikasi U by Prodia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |