Sejumlah siswa SD memakai masker saat upacara bendara untuk mencegah paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.(Dok. MI)
SISWA dan guru di wilayah Kabupaten Bandung Barat mulai menerapkan penggunaan masker secara ketat. Langkah ini diambil menyusul potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di wilayah tersebut.
Salah satu sekolah yang telah menerapkan aturan ini adalah SDN Cijanggel di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Seluruh siswa diminta mengenakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, guna meminimalisasi dampak kesehatan.
Kepala SDN Cijanggel, Siti Jubaedah, mengungkapkan bahwa pihak sekolah langsung menindaklanjuti imbauan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat. "Kami menerima informasi dari Disdik bahwa anak-anak di sekolah mulai hari ini wajib memakai masker, termasuk para guru sebagai bentuk perlindungan sekaligus memberikan contoh kepada peserta didik," ujar Siti, Senin (7/9).
Siti menambahkan, kesadaran siswa untuk menggunakan masker tergolong tinggi. Pihak sekolah juga telah menyiapkan stok masker bagi siswa yang tidak membawanya dari rumah. "Saat upacara tadi kami melakukan pencanangan memakai masker. Saya menjelaskan kepada anak-anak bahwa kondisi udara saat ini sedang tidak baik karena ada abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau," jelasnya.
Selain masker, siswa juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan membawa air minum sendiri dari rumah dan membatasi aktivitas fisik yang berlebihan di luar kelas.
Penerapan serupa dilakukan di SMPN 1 Cisarua. Humas SMPN 1 Cisarua, Verawati Anggareni, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi. Jika paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berlanjut, sekolah akan mempertimbangkan penyediaan masker secara rutin bagi siswa yang membutuhkan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Bandung Barat, Edy Syafrudin, membenarkan adanya instruksi kewaspadaan kepada seluruh satuan pendidikan. Ia menekankan agar sekolah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.
"Mengingat situasi abu vulkanik saat ini, mari kita prioritaskan kesehatan dan keselamatan bersama," kata Edy. Ia menganjurkan penggunaan masker jenis N95 dan kacamata pelindung bagi mereka yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Terkait kemungkinan pengalihan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Edy menyatakan pihaknya belum mengambil keputusan tersebut. "Kita masih melihat situasi dan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan se-Bandung Raya sebelum menerapkan PJJ," pungkasnya. (H-3)


















































