BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap untuk Deteksi Siklon Tropis

4 hours ago 5
BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap untuk Deteksi Siklon Tropis Destinasi wisata yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah.(Dok. Antara)

PEMERINTAH melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan fasilitas Radar Cuaca S-Band berteknologi mutakhir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi bibit siklon tropis yang kerap mengancam wilayah pesisir selatan Jawa.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa keberadaan radar ini merupakan benteng pertahanan penting bagi Indonesia. Hal ini merujuk pada catatan historis wilayah selatan yang pernah dihantam siklon tropis merusak, seperti Siklon Cempaka dan Dahlia di selatan Yogyakarta pada 2017, serta Siklon Seroja di NTT pada 2021.

"Pesisir selatan memiliki peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, hingga kesiapsiagaan bencana. Semuanya membutuhkan dukungan data cuaca yang cepat dan andal," ujar Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7).

Fungsi Strategis dan Lokasi Cilacap

Pemilihan Cilacap sebagai lokasi penempatan radar didasari oleh posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Selain itu, wilayah ini memiliki kepadatan aktivitas ekonomi yang tinggi, sehingga perlindungan terhadap aset dan jiwa menjadi prioritas.

Selain mendeteksi bibit siklon, infrastruktur baru ini memiliki kemampuan untuk:

  • Memantau kondisi awan hujan secara real-time.
  • Mengukur intensitas curah hujan dan pergerakan sistem cuaca.
  • Mendeteksi pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
  • Memandu pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di zona rawan bencana.

Data presisi dari radar ini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti musibah longsor yang melanda kawasan tersebut tahun lalu. Dari sisi ekonomi, radar ini menjamin keselamatan nelayan saat melaut dan menjaga stabilitas industri perikanan Cilacap sebagai penyuplai protein utama di Jawa Tengah.

Bagian dari Proyek Strategis Nasional

Pengadaan fasilitas ini merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System Phase II (MMS-2). Melalui proyek ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru, yang terdiri dari empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk cakupan Jabodetabek.

Faisal menambahkan bahwa BMKG terus berupaya memperkuat jaringan observasi atmosfer secara nasional. Saat ini, BMKG telah mengoperasikan 45 unit radar dari total kebutuhan 75 unit untuk mencakup seluruh ruang udara Nusantara. Pemerintah berkomitmen menambah jumlah tersebut secara bertahap guna memastikan keamanan dan kedaulatan data cuaca nasional. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |