Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menemukan indikasi sebagian besar sekolah menengah di Jawa Timur disebut berada di wilayah rawan bencana.
“Data yang kami peroleh sekitar 89,2 persen, berada dalam kategori rawan bencana tinggi. Dari jumlah hanya dua persen yang telah mengantongi pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Rabu (8/7).
Bila dikalkulasi dengan angka, menurut Gatot, sebanyak 3.645 dari total 4.088 SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur, atau sekitar 89,2 persen, berada dalam kategori rawan bencana tinggi.
Tingginya sekolah yang masuk daerah rawan itu tidak sejalan dengan kapasitas pelatihan bencana. Gatot menyebut hanya sekitar 95 sekolah atau dua persen yang baru mendapatkan pelatihan SPAB.
Untuk itu BPBD Jatim kembali menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) bagi 50 guru perwakilan
dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mempercepat peningkatan kapasitas guru sebagai langkah mitigasi dan memperkuat ketangguhan sekolah,” ujarnya.
Diharapkan, dengan pelaksaan TOF SPAB ini percepatan ketangguhan sekolah bisa dilakukan melalui peningkatan kapasitas guru sekolah, yang nantinya bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama Ketua IGI Jatim Sukari pun menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jatim atas kolaborasinya dalam pelaksanaan kegiatan TOF SPAB secara rutin setiap tahun.
Pelibatan guru dalam peningkatan kapasitas kebencanaan melalui TOF SPAB ini, baginya, sangat penting. Karena guru adalah ujung tombak dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman," ujarnya.(H-2)


















































