Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah.(dok.istimewa)
ANGGOTA DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayattollah atau yang akrab di sapa Dayat El, menyampaikan sejumlah perhatian strategis terkait upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dalam Rapat Kerja Komite I DPD RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dalam rapat tersebut, Dayat El menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Menurutnya, langkah pencegahan harus diperkuat melalui literasi digital yang masif dan terstruktur sejak usia dini, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Anak-anak dan generasi muda harus dibekali kemampuan memahami bahaya narkoba sejak dini, termasuk mengenali berbagai modus penyebaran yang kini berkembang di ruang digital,” ujarnya, Rabu (8/7).
Sebagai perwakilan anak muda yang selalu bersuara di tingkat parlemen pusat, Ia juga menyoroti semakin maraknya penyalahgunaan pod atau rokok elektronik (vape) sebagai media konsumsi maupun penyebaran narkotika. Karena itu, ia meminta BNN memperkuat langkah-langkah pencegahan, khususnya di Kalimantan Selatan yang merupakan daerah pemilihannya.
Selain aspek pencegahan, Dayat El menilai penguatan layanan rehabilitasi juga harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika harus diberikan akses rehabilitasi yang mudah, memadai, dan tidak menimbulkan stigma, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.
“Upaya pemberantasan harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan rehabilitasi. Jangan sampai mereka yang ingin sembuh justru kesulitan mendapatkan layanan rehabilitasi yang layak,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Hidayattollah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota kepolisian di Kalimantan Tengah saat bertugas memberantas jaringan bandar narkoba. Meski peristiwa tersebut terjadi di luar daerah pemilihannya, ia menegaskan bahwa pengorbanan aparat menjadi pengingat bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman nasional yang harus dihadapi secara bersama.
“Saya turut berduka cita atas gugurnya anggota kepolisian dalam menjalankan tugas. Pengorbanan tersebut menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, sinergi, dan komitmen semua pihak. Ini bukan persoalan satu daerah, tetapi tanggung jawab seluruh bangsa,” pungkasnya. (Cah/P-3)


















































