BPBD Banyumas Waspadai Karhurtla, Sudah Terjadi Kebakaran 9,3 Hektare di 5 Lokasi

4 days ago 21
BPBD Banyumas Waspadai Karhurtla, Sudah Terjadi Kebakaran 9,3 Hektare di 5 Lokasi Ilustrasi(Dok BPBD Banyumas)

DAMPAK musim kemarau di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus meluas. BPBD Banyumas mewaspadai peningkatan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca yang semakin kering membuat vegetasi mudah terbakar dan api berpotensi cepat meluas.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla BPBD Banyumas, hingga 6 Agustus 2026 tercatat lima kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 9,3 hektare.

Kebakaran terjadi di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, dengan luas lahan terbakar 0,3 hektare (ha). Kemudian Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, seluas 2 ha, Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, 1 ha, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, 2 haserta , Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, dengan luas lahan terbakar mencapai 4 ha.

Dwi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka dinilai berisiko memicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan dalam keadaan kering.

"Kami mengajak masyarakat menghemat penggunaan air bersih dan tidak membakar sampah maupun lahan. Kondisi vegetasi saat ini sangat kering sehingga api mudah menyebar dan memicu kebakaran yang lebih luas," kata Dwi pada Jumat (7/8).

BPBD Banyumas juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Langkah cepat diperlukan agar penanganan dapat segera dilakukan dan dampak kekeringan maupun karhutla tidak semakin meluas.

Sementara ada 25.817 jiwa atau 7.852 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih hingga 6 Agustus 2026. Puluhan ribu warga tersebut tersebar di 34 desa dan kelurahan pada 14 kecamatan. Selain permukiman warga, kekeringan juga berdampak terhadap tujuh fasilitas umum akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Dwi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena cakupan wilayah terdampak terus bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau. "Seiring perkembangan kondisi di lapangan, kami terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Dwi.

Hingga 6 Agustus 2026, BPBD Banyumas telah menyalurkan 913 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut didistribusikan melalui 188 ritase pengiriman. "Hingga 6 Agustus 2026 kami telah menyalurkan 913 ribu liter air bersih melalui 188 ritase ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Distribusi akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan dan permohonan dari masyarakat," ujarnya. 

Wilayah yang mengalami krisis air bersih antara lain Kecamatan Karanglewas, Purwokerto Timur, Jatilawang, Sumpiuh, Kemranjen, Cilongok, Patikraja, Tambak, Ajibarang, Wangon, Somagede, Lumbir, Purwojati, dan Gumelar.

Dwi mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah. Dalam pelaksanaannya, BPBD juga menggandeng pemerintah desa, relawan, serta sejumlah lembaga dan mitra kemanusiaan.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan para mitra agar pelayanan distribusi air bersih berjalan optimal. Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih diharapkan segera melapor melalui pemerintah desa atau langsung ke BPBD sehingga dapat segera kami tindak lanjuti," katanya. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |