Ilustrasi.(Magnific)
KOLESTEROL tinggi kini menjadi kondisi yang sangat umum, bahkan dianggap sebagai norma baru dalam kesehatan masyarakat. Di Inggris, lebih dari separuh orang dewasa diyakini memilikinya, dan tahun lalu, obat penurun kolesterol atorvastatin menjadi zat kimia yang paling banyak diresepkan dengan total 71 juta jenis.
Kolesterol sebenarnya esensial untuk pertumbuhan sel, perbaikan jaringan, produksi vitamin D, serta hormon steroid seperti estrogen dan testosteron. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan lemak di arteri, menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke.
Memahami LDL dan HDL
Dr. Ali Khavandi, konsultan kardiolog intervensi di Rumah Sakit Sulis, menjelaskan bahwa penyebab utama masalah ini adalah LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat. Sebaliknya, HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik bertugas membawa LDL menjauh dari pembuluh darah kembali ke hati.
Berdasarkan pedoman NHS, kadar kolesterol total idealnya di bawah 5 mmol/L, dengan LDL di bawah 4 mmol/L. Namun, Khavandi menekankan bahwa angka-angka ini hanyalah alat ukur kasar. "Sebagai kardiolog, kami menghitung risiko secara keseluruhan, termasuk faktor usia, gaya hidup, dan kondisi medis lainnya seperti diabetes atau kebiasaan merokok," ujarnya.
Kabar baiknya, kolesterol yang disebabkan oleh gaya hidup dapat diturunkan hingga 20 persen dalam hitungan minggu melalui perubahan pola makan yang tepat.
Langkah Menurunkan Kolesterol dalam 30 Hari
1. Pilih Lemak Baik, Bukan 'Rendah Lemak'
Alih-alih mengonsumsi produk berlabel low fat yang sering kali tinggi gula dan bahan tambahan ultra-proses, pilihlah lemak sehat dari bahan tunggal seperti ikan berminyak, kacang-kacangan, biji-bijian, zaitun, dan alpukat. Hindari lemak jenuh dari mentega, daging olahan, dan biskuit.
2. Konsumsi Jus Tomat Murni
Studi menunjukkan bahwa diet tinggi tomat dapat menurunkan LDL dan meningkatkan HDL berkat kandungan antioksidan likopen. Mengonsumsi jus tomat murni tanpa garam atau tomat kalengan dapat meningkatkan ketersediaan likopen dalam tubuh, yang membantu mencegah oksidasi LDL.
3. Sarapan Bubur Gandum (Oats)
Oats mengandung serat larut bernama beta glucan yang membentuk gel di perut untuk mengikat kolesterol dan membatasi penyerapannya ke aliran darah. Penelitian menunjukkan konsumsi 75g oats sehari dapat menurunkan LDL rata-rata 10,2 persen dalam satu bulan.
4. Dapatkan Sterol Tumbuhan Secara Alami
Molekul sterol dan stanol tumbuhan memiliki struktur mirip kolesterol sehingga bersaing untuk diserap oleh usus. Khavandi menyarankan sumber alami seperti brokoli, kembang kol, alpukat, kacang tanah, dan biji bunga matahari daripada produk olahan yang diperkaya sterol.
5. Perbanyak Konsumsi Kacang-kacangan
Ganti karbohidrat olahan seperti pasta dan roti putih dengan kacang-kacangan, buncis, dan lentil. Bahan makanan ini rendah lemak jenuh dan kaya serat larut yang membantu membuang kolesterol dari tubuh.
6. Batasi Camilan dan Alkohol
Tubuh membutuhkan jeda dari makan. Jika harus ngemil, ganti keripik dengan kacang almond yang terbukti memperbaiki fungsi pembuluh darah. Selain itu, batasi konsumsi alkohol hanya pada akhir pekan, karena alkohol dipecah di hati menjadi trigliserida dan kolesterol.
7. Gunakan Minyak Zaitun Ekstra Virgin
Ganti mentega dengan minyak zaitun ekstra virgin (EVOO). Lemak tak jenuh tunggal dalam EVOO terbukti menurunkan LDL dan meningkatkan HDL, serta mengandung anti-inflamasi yang melindungi arteri dari penumpukan plak.
Catatan Penting: Perubahan gaya hidup ini dapat memberikan hasil yang signifikan dalam waktu singkat, tetapi selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menghentikan atau mengubah dosis obat-obatan yang sedang dikonsumsi. (The Telegraph/I-2)


















































