Wali Kota Tangerang Sachrudin .(MI/Sumantri Handoyo)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang resmi memperpanjang masa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa hingga Jumat (11/9/2026).
Kebijakan ini diambil guna melindungi kesehatan para pelajar dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten.
Keputusan perpanjangan PJJ tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Banten, yang sebelumnya memberlakukan PJJ pada 7–9 September 2026.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kesehatan generasi muda.
"Kesehatan merupakan segalanya bagi anak-anak. Karenanya, kita jangan hanya berpikir untuk hari ini. Tetapi bagaimana proses belajar mengajar anak-anak bisa terus berjalan dengan kondisi kesehatan yang sangat baik,” kata Sachrudin, Rabu (9/9).
Sachrudin menjelaskan, perpanjangan PJJ menjadi solusi agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa menaruh mereka pada risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.
“Kemarin kita sudah memberlakukan PJJ selama tiga hari, dan hari ini kebijakan itu diperpanjang lagi dua hari sampai Jumat (11/9),” paparnya.
Lebih lanjut, Sachrudin mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Masalah kesehatan ini buat semuanya. Masyarakat tetap waspada, tidak perlu panik, tapi waspada. Menjaga kesehatan itu dari diri kita masing-masing. Kita lindungi diri kita agar tetap sehat,” tandasnya.
Ia juga mengimbau warga untuk disiplin menggunakan alat pelindung diri saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Kami imbau masyarakat agar mengenakan masker untuk menjaga kesehatan dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," pungkasnya. (SM/P-2)
















































