Suasana anteran seratusan kendaraan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang semakin sulit diperoleh salah satunya di SPBU Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026).(ANTARA/Darwin Fatir.)
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring bagi siswa sekolah untuk satu pekan ke depan. Langkah ini diambil sebagai respons atas dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG 3 kg yang memicu antrean di sejumlah wilayah Sulsel.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar sekaligus mengurangi intensitas mobilitas masyarakat di tengah kendala pasokan energi.
"Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung, hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat," ujar Andi Sudirman dikutip dari Antara, Sabtu (12/9).
Andi Sudirman menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring ini akan dievaluasi secara berkala setelah masa pemberlakuan sepekan selesai. Pemprov Sulsel juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menerapkan kebijakan serupa pada tingkat satuan pendidikan di bawah kewenangannya.
Sementara itu, pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan diimbau untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing.
Guna menyelesaikan inti permasalahan kelangkaan energi, Pemprov Sulsel terus membangun koordinasi intensif dengan PT Pertamina agar ketersediaan serta penyaluran BBM dan LPG 3 kg segera pulih.
"Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat, termasuk distribusi BBM untuk mengamankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozzle SPBU, dan pengetatan lainnya," tegas Gubernur.
Andi Sudirman menambahkan, Pemprov Sulsel siap memberikan pengawalan penuh bersama jajaran TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan (Dishub) di tingkat kabupaten/kota guna memastikan kelancaran distribusi BBM dan penertiban di lapangan.
(P-4)
















































