Kapolda Banten Pastikan Pelampung Temuan Kedua bukan Milik Kapal Pembawa Jurnalis

2 hours ago 4
Kapolda Banten Pastikan Pelampung Temuan Kedua bukan Milik Kapal Pembawa Jurnalis Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat membuka operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).(ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

KAPOLDA Banten, Irjen Hengki, mengonfirmasi bahwa penemuan pelampung kedua oleh KAL Anyer dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan bukan milik kapal Arupadhatu 1.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Banten seusai tim penyidik melakukan interogasi terhadap pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, serta laporan dari Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten.

"Penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama, kita sudah interogasi tadi malam dari Kasubdit Gakkum Polairud, itu bukan sarana milik kapal Arupadhatu 1," katanya, saat membuka operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9).

Hengki menjelaskan, baik penemuan peralatan keselamatan pertama berupa satu life jacket maupun penemuan kedua berupa pelampung berwarna putih yang dievakuasi tim SAR gabungan telah ditunjukkan langsung kepada pemilik kapal.

"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama (bukan milik kapal tersebut)," paparnya.

Pencarian Hari Kelima Diperluas

Operasi SAR pada hari kelima, Sabtu (12/9/2026), fokus menyisir keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). KP Sanjaya bertolak dari Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 07.30 WIB dengan estimasi jarak tempuh pulang-pergi sejauh 80 mil, kecepatan 10 knot, serta durasi pelayaran sekitar delapan jam.

Pada hari kelima ini, tim SAR gabungan memperluas cakupan area pencarian menjadi 4.512 nautical mile. Jumlah armada kapal pencari juga ditambah dari 13 menjadi 14 kapal yang disebar ke dalam enam sektor penanganan.

Fokus pencarian hari kelima akan dimaksimalkan menyisir wilayah perairan sekitar Lampung, Bengkulu, hingga kawasan perairan Ujung Kulon. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |