Dinkes Kaltim Petakan Daerah Endemis Tinggi Demi Percepat Eliminasi Malaria

3 hours ago 1

Dinkes Kaltim petakan daerah endemis tinggi untuk eliminasi malaria.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melakukan pemetaan daerah dengan tingkat endemis malaria tinggi untuk mempercepat penanggulangan dan eliminasi malaria. Langkah ini difokuskan pada wilayah yang masih memiliki temuan kasus penularan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyatakan pemetaan berkala sangat krusial untuk memfokuskan intervensi penanganan medis. Hingga triwulan kedua 2026, kasus malaria setempat masih mendominasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Timur.

Secara akumulatif, jumlah kasus malaria di Kalimantan Timur hingga pertengahan 2026 mencapai 408 kasus. Meskipun demikian, sebagian besar kabupaten dan kota di Kaltim mengalami penurunan angka kasus dalam tiga tahun terakhir.

"Meskipun mayoritas kabupaten dan kota secara umum mengalami penurunan angka kasus dalam tiga tahun terakhir, pengawasan di pintu masuk daerah tetap berjalan maksimal," ujar Jaya di Samarinda, Rabu.

Waspada Malaria Impor di Perkotaan

Selain penularan setempat, Dinas Kesehatan Kaltim juga mewaspadai lonjakan malaria impor yang berpotensi menyebar di kawasan perkotaan. Kota Balikpapan dan Kota Samarinda menjadi perhatian utama setelah terjadi peningkatan kasus signifikan.

Pada 2025, kasus malaria di Balikpapan melonjak dari 68 menjadi 115 kasus. Sementara di Samarinda, kasus meningkat dari 11 menjadi 57 kasus. Peningkatan ini terjadi setelah anggota TNI dan Polri kembali dari penugasan di Papua.

"Langkah skrining kesehatan secara intensif bagi pendatang dari luar daerah diperketat guna mencegah terbentuknya rantai penularan baru," tegas Jaya.

Dampak Pembangunan IKN dan Target Eliminasi

Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan nyamuk Anopheles. Meski demikian, Jaya menilai perubahan sebagian kawasan hutan menjadi kawasan perkotaan hijau yang tertata justru dapat membantu mengurangi populasi nyamuk penular malaria.

Dengan mengintegrasikan layanan medis di 188 puskesmas serta penguatan pengawasan lapangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan eliminasi penyakit ini terealisasi utuh sebelum tahun 2030. Penguatan koordinasi lintas lembaga dan edukasi masyarakat terus dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat serta bebas malaria.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |