Google Rilis AI WeatherNext, Mampu Prediksi Jalur dan Intensitas Badai hingga 15 Hari

4 days ago 19
Google Rilis AI WeatherNext, Mampu Prediksi Jalur dan Intensitas Badai hingga 15 Hari Ilustrasi(Doc Google DeepMind)

GOOGLE resmi membuka akses publik (open-source) untuk WeatherNext, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang mampu memprediksi jalur sekaligus intensitas badai tropis hingga 15 hari ke depan hanya dalam hitungan detik.

Siklon tropis baik berupa badai maupun topan tercatat sebagai bencana mematikan yang menelan lebih dari 700.000 jiwa dan merugikan US$1,4 triliun (sekitar Rp25.000 triliun) dalam 50 tahun terakhir. Situasi ini menuntut para meteorolog untuk menyajikan peringatan dini yang presisi dan serba cepat.

Upaya memproyeksikan pergerakan serta tingkat bahaya siklon selama ini menghadapi kendala teknis yang rumit. Jalur lintasan badai umumnya membutuhkan analisis model atmosfer global berskala luas, sementara penentuan kekuatan atau intensitas angin di inti siklon memerlukan kalkulasi termodinamika lokal secara mendalam.

Menjawab tantangan tersebut, Google DeepMind dan Google Research menggandeng sejumlah lembaga meteorologi internasional termasuk National Hurricane Center, Cooperative Institute for Research in the Atmosphere, dan UK Met Office untuk merancang WeatherNext. 

Model ini dilatih menggunakan pengolahan hampir 20 terabita data atmosfer global serta rekam jejak iklim historis dari International Best Track Archive for Climate Stewardship. Terobosan ini memungkinkan WeatherNext memetakan trajektori sekaligus intensitas badai secara bersamaan dalam satu simulasi terpadu. 

Mengenai efisiensi pemrosesan sistem tersebut, tim peneliti WeatherNext menyatakan, "Kami sekarang dapat menghasilkan satu prakiraan cuaca 15 hari dalam waktu kurang dari satu menit di TPU, memungkinkan para peramal cuaca untuk mengevaluasi distribusi probabilitas dari risiko ekor yang berpotensi merusak secara cepat.”

Guna memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi ini, Google membagikan kode sumber (source code) serta bobot model (model weights) sistem tersebut melalui platform GitHub. Publikasi ilmiah mengenai efektivitas WeatherNext sendiri telah resmi diterbitkan dalam jurnal Nature, melengkapi rekam jejak riset AI Google yang sebelumnya juga dikembangkan untuk memprediksi potensi bencana banjir bandang.

Inisiatif open-source ini diharapkan mampu membantu para ilmuwan dan lembaga meteorologi di seluruh dunia dalam membangun sistem peringatan dini yang lebih akurat. Akses teknologi yang makin inklusif ini menjadi momentum penting untuk mempercepat merespons ancaman cuaca ekstrem secara lebih efektif di tingkat global.

Sumber: Engadget, Dataconomy, Google DeepMind

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |