Gus Yahya: Muktamar PBNU akan Digelar Akhir Agustus

1 week ago 28
 Muktamar PBNU akan Digelar Akhir Agustus ilustrasi muktamar PBNU.(MI)

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan Muktamar Ke-35 NU sudah siap digelar. Forum musyawarah tertinggi PBNU tersebut dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.

Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh aspek teknis dan substansi dokumen pembahasan telah dimatangkan secara maksimal oleh panitia pelaksana. "Insyaallah persiapan sudah dilakukan dengan baik," ujar Gus Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Gus Yahya menjelaskan pemilihan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai lokasi perhelatan kali ini karena memiliki makna filosofis dan spiritual yang mendalam bagi kaum Nahdliyin. Pesantren legendaris tersebut didirikan oleh pahlawan nasional sekaligus guru rohani NU, KH Abdul Wahab Chasbulllah.

Gus Yahya berharap aura historis dari lokasi muktamar ini mampu membawa keteduhan, sehingga seluruh rangkaian dinamika persidangan dapat berjalan sejuk dan minim gesekan. "Insyaallah dengan berkah daripada pesantren Tambakberas ini, kita bisa mengharapkan muktamar yang lancar, yang harmonis, dan mengharapkan hasil-hasil yang sungguh membawa manfaat maslahah berkah bagi khususnya warga Nahdlatul Ulama, bangsa, dan bagi kemanusiaan seluruhnya," ujar Gus Yahya.

Muktamar Ke-35 ini direncanakan menjadi tonggak sejarah baru. PBNU akan mengajukan draf haluan strategis berupa peta jalan (roadmap) 25 tahun NU ke depan. Agenda besar lainnya mencakup perumusan nilai-nilai keulamaan sebagai bagian dari program transformasi pesantren, penguatan sistem kaderisasi, hingga inisiatif pengembangan ekonomi warga.

Di sisi lain, Gus Yahya memamerkan lompatan fundamental yang berhasil dicapai oleh jajaran pengurus PBNU periode saat ini, yakni keberhasilan implementasi sistem manajemen digital yang merambah hingga tingkat kecamatan (Majelis Wakil Cabang/MWC).

"Apabila dikembangkan dengan strategi tepat terkoneksi dalam sistem digital, daya jangkau kepada warga akan semakin efektif. Sistem digital ini mampu mengonsolidasikan NU dengan baik, yang juga akan membantu konsolidasi bangsa secara keseluruhan mengingat warga NU tersebar di seluruh bumi Nusantara," tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya kembali mengingatkan semua pihak untuk tidak membawa rumor politik luar ke dalam arena muktamar. Ia menjamin bahwa NU tetap berdiri kokoh di atas khittah kemandiriannya dan menghalau isu miring mengenai adanya intervensi dari Istana Kepresidenan.

Gus Yahya meyakini Presiden Prabowo saat menaruh hormat yang tinggi terhadap independensi NU, sehingga ia meminta para peserta muktamar tidak mempercayai oknum yang menjual nama presiden demi ambisi kekuasaan.

"Saya tidak melihat kepentingan presiden atau istana untuk mempengaruhi atau cawe-cawe terkait dengan NU. Enggak ada gunanya bagi pemerintah dan presiden. Dan kalau ada yang mengklaim bahwa dia misalnya direstui, bahkan diperintah oleh presiden, pasti bohong. Ya presiden saya yakin sangat menghormati NU," pungkas Gus Yahya. (Faj/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |