Hamas Siap Lanjutkan Perdamaian Gaza Dukungan AS, Israel Bandel

3 days ago 6
Hamas Siap Lanjutkan Perdamaian Gaza Dukungan AS, Israel Bandel Hamas.(Al Jazeera)

KELOMPOK Hamas menyatakan pada Sabtu (8/8/2026) bahwa mereka tetap siap untuk melanjutkan rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Hamas juga mendesak ada tekanan internasional terhadap Israel, yang hingga kini bersikeras belum menyetujui bagian terbaru dari kesepakatan tersebut.

Hamas menginformasikan kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS Donald Trump bahwa mereka tetap berpegang pada tahap terbaru dari rencana tersebut. Dalam poin kesepakatan itu, kelompok militan tersebut bersedia menyerahkan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru dibentuk di wilayah yang hancur akibat perang tersebut.

"Hamas dan faksi-faksi lain mengonfirmasi kepada mediator mengenai kesiapan mereka untuk mulai mengimplementasikan perjanjian dan beralih ke fase kedua, asalkan mendapat persetujuan Israel dan Israel mulai melaksanakan perjanjian tersebut," ujar seorang pejabat Hamas kepada AFP dengan syarat anonim.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Hamas mendesak pemerintahan AS untuk memberikan tekanan kepada Israel agar mematuhi perjanjian dan segera melangkah ke fase kedua.

Sikap Keras Netanyahu

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Selasa lalu bahwa Israel belum menyetujui draf yang dipresentasikan oleh Dewan Perdamaian. Netanyahu saat ini tengah menghadapi pertarungan pemilihan ulang yang sengit pada Oktober mendatang dan mendapat penolakan luas dari basis sayap kanannya terkait kesepakatan Gaza.

Pekan lalu, Donald Trump sempat memuji kesediaan Hamas untuk melakukan pelucutan senjata sebagai terobosan. Dewan Perdamaian menyatakan bahwa sebagai imbalannya, Israel akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari sebagian besar wilayah Gaza.

Namun, situasi menjadi rumit setelah Netanyahu bertemu dengan perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, pada Senin. Mladenov dilaporkan menarik pernyataannya dan menyebut bahwa Israel hanya akan menarik diri setelah pelucutan senjata penuh oleh Hamas dilakukan.

Situasi di Lapangan

Militer Israel bersumpah untuk terus menggempur Hamas, yang bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Meski demikian, intensitas operasi militer Israel di Gaza dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu, Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis melaporkan tiga orang terluka akibat tembakan tentara Israel. Berdasarkan data kementerian kesehatan di wilayah tersebut, operasi militer Israel menewaskan 1.257 warga Palestina sejak Oktober tahun lalu, ketika kedua pihak menyepakati gencatan senjata yang didukung Trump. PBB menganggap angka-angka dari kementerian tersebut dapat diandalkan. Sementara itu, tentara Israel melaporkan lima kematian di jajaran mereka selama periode yang sama. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |