Haornas 2026 Dinilai Belum Bergema, Pengamat Soroti Target 4 Emas Asian Games

1 hour ago 1
Haornas 2026 Dinilai Belum Bergema, Pengamat Soroti Target 4 Emas Asian Games Atlet dayung Indonesia (dari kiri) Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Stevani Maysche Ibo, Subhi.(Antara)

PERINGATAN Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 dinilai belum bergema secara luas, sementara prestasi olahraga Indonesia masih menghadapi persoalan serius. Pengamat olahraga, Fritz Simanjuntak bahkan menilai Indonesia telah gagal membina prestasi olahraga.

Fritz mengatakan peringatan Haornas ke-43 yang digelar pada 9 September 2026 belum terasa di berbagai daerah. Menurutnya, peringatan tersebut lebih banyak berlangsung di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). "Kagak ada bergema-gemanya tahun ini. Cuma di kantornya Menpora aja. Dirayain di daerah-daerah juga kagak ada," kata Fritz saat dihubungi.

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan prestasi olahraga Indonesia yang menurutnya terus mengalami kemunduran. Salah satu yang menjadi sorotan ialah target Indonesia pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Kontingen Indonesia yang berkekuatan sekitar 430 atlet di 35 cabang olahraga hanya ditargetkan meraih empat medali emas. Fritz menilai target tersebut terlalu rendah. "Ya itu jelek banget. Itu lho. Sangat jelek itu," ujarnya.

Fritz menilai panjat tebing dan angkat besi memang menjadi cabang yang rutin menyumbangkan medali emas. Namun, ia mempertanyakan kontribusi cabang olahraga lainnya jika target Indonesia hanya empat emas.

"Panjat tebing sama angkat besi memang itu rutin lah mereka itu selalu menyumbang emas. Tapi ya cuman satu-satu juga ya. Berarti enggak ada kemajuannya. Bagaimana dengan cabang yang lain?" tuturnya.

Target tersebut juga menjadi sorotan karena Indonesia pernah meraih 31 medali emas pada Asian Games 2018. Karena itu, Fritz menilai perolehan empat emas belum dapat disebut sebagai keberhasilan pembinaan olahraga nasional. "Nah itu dia makanya, masih mau dibilang berhasil? Negara yang gagal," katanya.

Menurut Fritz, perolehan medali yang melebihi target sekalipun belum cukup untuk menghapus persoalan pembinaan olahraga nasional. Ia menilai evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan hasil akhir Asian Games.

"Kalau toh enam lah katakanlah tujuh yang akhirnya didapat, saya tetap mengatakan kita itu negara yang gagal membina prestasi olahraga," pungkasnya. (Ndf/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |