Kerja sama pengembangan rantai pasok Sustainable Aviation Fuel (SAF) antara Indonesia dan Hong Kong.(Dok. Mekar)
PENGEMBANGAN rantai pasok bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang menghubungkan Indonesia dan Hong Kong mulai dijajaki melalui kerja sama lintas negara. Penjajakan tersebut mencakup pengumpulan bahan baku, pengembangan teknologi, pendirian pusat riset, hingga investasi fasilitas produksi SAF.
Mekar Ecosystem dan Future Fuel Limited menjajaki kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan sektor energi berkelanjutan.
Chief Executive Officer PT Mekar Investama Teknologi, Pandu Aditya Kristy, mengatakan, kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan memasuki sektor energi berkelanjutan.
“Kemitraan dengan Future Fuel Limited menunjukkan langkah nyata kami dalam membawa pendekatan tersebut ke sektor riil, khususnya melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel dan sustainable energy,” ujar Pandu dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Penjajakan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangkaian 11th Belt and Road Summit di Hong Kong pada Rabu (9/9).
Menurut Pandu, kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghubungkan sumber daya yang tersedia di Indonesia dengan teknologi, modal, dan ekosistem industri di luar negeri.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengumpulan, pengolahan, dan ekspor lipid serta green feedstocks dari Indonesia. Kedua pihak juga menjajaki perdagangan dan pasokan certified green ethanol serta pengembangan teknologi produksi SAF.
Selain pengembangan rantai pasok bahan baku, Mekar dan Future Fuel menjajaki pendirian Alcohol-to-Jet Research and Development Centre di Hong Kong. Pusat penelitian itu direncanakan mendukung pengembangan teknologi yang mengubah alkohol, termasuk etanol, menjadi bahan bakar penerbangan.
MoU tersebut juga mencakup penjajakan investasi fasilitas produksi SAF di Hong Kong serta transfer teknologi dan dukungan operasional untuk fasilitas produksi SAF di Indonesia.
Jika terealisasi, skema tersebut akan menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai sumber bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan kapasitas produksi dan teknologi SAF.
SAF menjadi salah satu bahan bakar yang dikembangkan untuk membantu menekan emisi industri penerbangan. Bahan bakar tersebut berasal dari sumber terbarukan atau limbah dan harus memenuhi kriteria keberlanjutan tertentu.
Namun, pasokan SAF secara global masih terbatas dibandingkan dengan kebutuhan bahan bakar penerbangan konvensional. Karena itu, pengembangan bahan baku, teknologi produksi, fasilitas pengolahan, dan investasi menjadi bagian penting dalam pembentukan rantai pasok SAF.
Selain kerja sama di sektor SAF, PT Mekar Investama Teknologi menerima TOP GRC Awards 2026 dengan predikat Bintang 3 pada 9 September 2026. Penghargaan tersebut berkaitan dengan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan perusahaan.
Sehari kemudian, perusahaan memperoleh pengakuan sebagai New-Edge Family Office Service Provider dalam 2025 Forbes China New-Edge Family Office Selection di Shanghai.
Mekar selama ini bergerak di bidang teknologi finansial dan pembiayaan produktif. Dalam perkembangannya, bisnis perusahaan meluas ke sejumlah sektor, termasuk pertanian, trade financing, dan energi berkelanjutan.
Kerja sama dengan Future Fuel Limited menjadi salah satu langkah perusahaan memperluas keterlibatan dari sektor pembiayaan menuju pengembangan rantai nilai di sektor energi.
Meski demikian, kerja sama tersebut masih berada pada tahap MoU. Realisasi pembangunan pusat R&D, investasi fasilitas produksi SAF, serta skema transfer teknologi akan bergantung pada tindak lanjut dan kesepakatan berikutnya antara kedua pihak. (Z-10)
















































