Presiden Prabowo Subianto saat Peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian energi melalui optimalisasi kekayaan sumber daya alam nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya saat Peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Menurut Prabowo, energi merupakan faktor vital yang menentukan keberlangsungan suatu bangsa. Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi energi dalam negeri agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan dari negara lain.
"Energi adalah vital bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Kita sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita diberi karunia yang luar biasa," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Indonesia tercatat memiliki cadangan energi melimpah di berbagai sektor, mulai dari cadangan panas bumi terbesar di dunia, hingga deposit batu bara dan gas alam yang masif. Presiden secara khusus menyoroti penemuan ladang gas baru di Andaman yang dinilai memperkuat prospek ketahanan energi nasional, selain potensi besar di Blok Masela, Natuna, dan Kalimantan.
Selain gas alam konvensional, Presiden juga menyoroti potensi compressed natural gas (CNG) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor liquefied petroleum gas (LPG) padahal cadangan CNG tersedia hampir di seluruh wilayah Indonesia.
"Kalau LPG masih kita impor, CNG kita sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan," ucap Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan adanya peluang dari perkembangan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan gas dari lapisan batu bara dalam. Inovasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk menggarap sumber daya yang sebelumnya belum tersentuh guna memperkuat kedaulatan energi nasional. (Z-10)


















































