Israel: Iran Siapkan Serangan Terkoordinasi dengan Hamas, Hizbullah, Houthi

1 day ago 5
 Iran Siapkan Serangan Terkoordinasi dengan Hamas, Hizbullah, Houthi Ilustrasi.(Magnific)

INTELIJEN Israel mengindikasikan bahwa Iran tengah mempersiapkan serangan luas dan terkoordinasi terhadap Israel di beberapa front secara bersamaan. Skenario ini disebut menyerupai serangan gaya 7 Oktober, tetapi dirancang sejak awal untuk menyatukan seluruh komponen poros Iran.

Berdasarkan penilaian tersebut, Teheran berupaya menggabungkan kekuatannya sendiri dengan Hizbullah di Libanon, Hamas di Jalur Gaza, Houthi di Yaman, serta milisi pro-Iran di Irak dalam satu kampanye militer tunggal.

Belajar dari Kurangnya Koordinasi 7 Oktober

Pada serangan 7 Oktober lalu, Hamas meluncurkan operasinya tanpa pembukaan front lain secara simultan di bawah koordinasi penuh. Dokumen internal Hamas yang disita di Jalur Gaza menunjukkan bahwa Yahya Sinwar sebenarnya ingin memperluas konfrontasi dan menarik arena tambahan ke dalamnya sejak awal.

Salah satu dokumen perencanaan menekankan perlu menghubungkan dan mempersiapkan front eksternal, yaitu Libanon, Suriah, dan Sinai, serta menyepakati mekanisme komunikasi terlebih dahulu untuk periode rutin maupun masa perang.

Namun, penilaian AS dan Israel pascaperang mengungkapkan bahwa ambisi tersebut tidak dibarengi dengan koordinasi penuh. Iran dan Hizbullah dilaporkan tidak diberi tahu sebelumnya mengenai detail rencana atau tanggal pasti serangan 7 Oktober. Sinwar diyakini berharap keberhasilan awal serangan tersebut akan secara otomatis menarik Hizbullah dan Iran ke dalam kampanye yang lebih luas.

Strategi Baru dan Peran Khalil al-Hayya

Laporan media Arab menyebutkan bahwa Teheran kini berusaha menutup celah koordinasi tersebut. Rencana yang sedang dipertimbangkan dimaksudkan agar beberapa front dapat beroperasi melawan Israel pada saat yang sama, menjadikan kampanye multi-front sebagai strategi inti sejak awal.

Perubahan kepemimpinan di Hamas juga dianggap signifikan. Khalil al-Hayya, yang terpilih sebagai pemimpin umum Hamas pada Juli lalu, dikenal memiliki hubungan baik dengan Iran. Sebagai tokoh sentral yang selama bertahun-tahun memelihara hubungan dengan Teheran, posisi Al-Hayya memperkuat faksi di dalam Hamas yang ingin mempertahankan hubungan strategis erat dengan Iran.

Pembangunan Kembali Poros Perlawanan

Tanda-tanda upaya Iran untuk membangun kembali Poros Perlawanan mulai muncul. Laporan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) bulan lalu mengidentifikasi adanya koordinasi baru antara Hamas dan Hizbullah dengan bantuan Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel dari Utara dan Selatan secara bersamaan.

Pejabat senior Pasukan Quds dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan komandan Hizbullah, Houthi, dan milisi Irak mengenai perluasan konfrontasi. Dua perwira senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim bahwa penasihat Iran telah bekerja di lapangan bersama kelompok-kelompok tersebut.

Selain koordinasi taktis, Iran juga dilaporkan mempercepat produksi rudal dan drone untuk memulihkan kemampuan yang sempat rusak. Dalam realitas regional yang baru, peran milisi di Irak dan Houthi di Yaman menjadi lebih sentral, terutama setelah kerusakan yang dialami Hizbullah dan perubahan situasi di Suriah. (The Jerusalem Post/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |