Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, Indikasi Kuat Dipicu Faktor Alam

3 days ago 6
Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, Indikasi Kuat Dipicu Faktor Alam Petugas BBTNGGP dibantu para relawan dan masyarakat mitra polhut (MMP) berupaya memadamkan api akibat terbakarnya vegetasi di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede.((IST/DOK BBTNGGP))

KEBAKARAN terjadi kawasan Gunung Gede Pangrango  tepatnya sekitar Kawah Wadon, Jawa Barat, Jumat (7/8). Berdasarkan informasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), kebakaran terpantau pertama kali terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) di Pos Pengamatan Gunung Api Ciloto sekitar pukul 03.00 WIB. 

Kepala BBTNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta menyebut penyebab pasti kebakaran di Gunung Gede Pangrango masih dalam proses pendalaman. Namun, berdasarkan hasil pemantauan awal, terdapat indikasi kuat kebakaran dipicu faktor alam. 

"Kawah Wadon merupakan zona inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian. Jadi sangat minim aktivitas manusia sehingga bisa kami simpulkan, penyebab sementara kebakaran akibat faktor alam," tegasnya dikutip, Sabtu (8/8).

Ia mengatakan menindaklanjuti kebakaran di Gunung Gede Pangrango tersebut, BBTNGGP mengoordinasikan upaya penanganan dengan melibatkan masyarakat mitra polhut (MMP) dan para relawan. Sebagian bergerak ke lokasi melalui jalur Puncak Sela dan sebagian lagi melalui jalur Cibodas.

"Ada sebanyak 28 orang relawan yang sedang berada di jalur Gunung Putri langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur Puncak Sela. Sementara sebanyak 52 personel dari jalur Cibodas turut dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian api di sekitar Kawah Wadon," kata Sadtata melalui Humas BBTNGGP, Agus Deni, melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (8/8).

Hasil pemantauan petugas BBTNGGP bersama relawan yang masih bersiaga di Alun-alun Suryakencana, kebakaran diketahui membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah.

Perkiraan itu juga diperkuat rekaman CCTV milik PGA Ciloto yang menunjukkan tidak adanya keberadaan manusia di lokasi sebelum kejadian. Dia menyebut,  kondisi musim kemarau saat ini menyebabkan vegetasi mengering serta suhu tinggi di sekitar kawasan kawah.

"Hasil identifikasi sementara menunjukkan, vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan. Tidak terdapat tanaman edelweiss pada area yang terdampak kebakaran," tuturnya.

BBTNGGP terus melakukan  koordinasi bersama para relawan, memastikan proses pemadaman  berjalan optimal. Sekaligus juga melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan. 

"Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," pungkasnya. (H-4)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |