Ilustrasi(MI/WIDJAJADI)
TIM Penyidik Komisi Pembrantasan Korupsi masih terus menggali dan mengembangkan kasus korupsi pemerasan struktur oleh tersangka Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dengan melakukan penggeledahan selama hampir 4,5 jam pada Selasa (14/7/2026).
Pantauan Media Indonesia, tim penyisik rasuah ini, terlihat membawa keluar sekitar 3 koper dari Kantor Bupati Sukoharjo. Tidak ada penjelasan, bukti bukyi apa saja yang dinasukkan ke dlaam tiga koper langsung di masukan di dua mobil Toyota Innova yang diparkir di halaman kompleks Pemkab Sukoharjo itu.
Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo yang berada di dekat lokasi penggeledahan, hanya mengatakan, bahwa yang dilakikan tim KPK adalah mencari bukti bukti untuk proses hukum yang sedang berjalan.
"Ya penggeledehan tadi, adalah untuk mencari barang bukti ," beber Sekda Abdul Haris bersama sejumlah Asisten Setda kepada wartawan yang menanyakan progres penggeledahan di ruang kanyor Bulati Etik oleh para petugas KPK itu.
Petugas KPK selama di kompleks perkantoran Pemkab Sukoharjo juga membuka segel sejumlah ruangan yang disegel saat OTT pada Kamis pekan kemarin. Di antaranya selain membuka segel Ruang Bupati Etik juga ruang Sekda, ruang Asisten 1 Sekda, dan ruang Kabag Umum.
Abdul Haris tidak bisa memerinci apakah lokasi lain yang disinyalir juga didatangi KPK, seperti Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) ikut digeledah. "Saya tidak tahu ya, sebab hanya stand by di sini " imbuh Sekda Abdul Haris.
Yang jelas, sejumlah ruanhan yang disegel, usai penggeledahan sudah bisa dipergunakan kembali. Hal ini menjadi pesan dari KPK usai penggeledahan. "Harapan kita cepat selesai," jelas dia. (H-2)


















































